Penangkapan Orang Tua Ilmiatun di Warung Kopi Pasuruan Jadi Sorotan, Keluarga Tegaskan Bukan Bandar Judi

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, TRISAKTINEWS.COM — Penangkapan orang tua Ilmiatun Nafia di sebuah warung kopi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 10 Februari 2026 menjadi sorotan publik. Keluarga menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan bandar judi, melainkan hanya pemain biasa.

Ilmiatun Nafia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika dua tamu datang ke rumah keluarganya di Rangge pada 10 Februari 2026 dan memberikan uang sebesar Rp200 ribu kepada orang tuanya. Dari jumlah tersebut, Rp100 ribu kemudian diberikan kepada Baser, pemilik warung kopi, sebagai pembayaran kelapa yang sebelumnya telah dipesan.

Pada malam hari sekitar pukul 21.30 WIB, saat hujan deras turun, orang tua Ilmiatun datang ke warung kopi milik Baser untuk berteduh. Mereka duduk sambil berbincang menunggu hujan reda.

Menurut keterangan Baser pada 17 Februari 2026, saat itu orang tua Ilmiatun sempat menanyakan angka kepadanya melalui percakapan santai.

“Aba tanya ke saya punya angka berapa, cak. Saya jawab saya punya angka 51. Kalau soal ditembak atau tidak, terserah aba,” ujar Baser.

Baser menegaskan bahwa orang tua Ilmiatun tidak menjual atau mengedarkan nomor perjudian. Ia menyebut yang bersangkutan hanya pemain biasa yang tidak mengambil keuntungan dari orang lain.

“Kalau orang jual biasanya ada hasilnya, sekitar 20 sampai 25 persen. Tapi aba ini tidak ada hasil apa-apa. Kalau dapat ya dapat sendiri, kalau tidak ya rugi sendiri,” katanya.

Baca Juga :  HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman

Tidak lama kemudian, polisi datang ke warung kopi di kawasan Desa Karang Sentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Petugas langsung mengambil handphone milik orang tua Ilmiatun dan meminta untuk membuka PIN.

Handphone milik Baser juga diperiksa oleh petugas. Namun menurut keterangannya, tidak ditemukan aplikasi perjudian dalam perangkat tersebut.

Meski demikian, Baser dan orang tua Ilmiatun tetap dibawa ke Polres Pasuruan Kota sekitar pukul 22.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Setelah diperiksa selama sekitar 24 jam di ruang Kanit Pidum, Baser akhirnya hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Pada keesokan harinya sekitar pukul 09.01 WIB, Ilmiatun mencoba menghubungi beberapa anggota Polres Pasuruan Kota, di antaranya Hanan dan Hasbi, untuk menanyakan keberadaan orang tuanya. Namun menurutnya, kedua anggota tersebut tidak mengetahui posisi yang bersangkutan.

Ilmiatun juga sempat berupaya menemui Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota. Pada pukul 13.50 WIB ia mengirim pesan singkat kepada yang bersangkutan dengan isi permohonan izin untuk menghadap.

Namun pesan tersebut tidak mendapat balasan. Saat akhirnya bertemu di ruang tunggu, Ilmiatun mengaku hanya mendapat penjelasan singkat bahwa perkara tersebut tetap akan dilanjutkan.

Baca Juga :  AHB Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Kades Mattirowalie

Setelah pemberitaan mengenai kasus tersebut muncul di media, Ilmiatun menghubungi Humas Polres Pasuruan Kota, Junaedi, yang menyampaikan bahwa rilis berita tersebut berasal dari pihak Satuan Reserse Kriminal.

Pada 11 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, Ilmiatun menerima dokumen perkara dari kuasa hukum LBH Mukti Pejajaran. Dalam berkas tersebut disebutkan bahwa pelapor dalam kasus itu adalah Ahmad Hasbi yang merupakan anggota buser Polres Pasuruan Kota.

Ilmiatun berharap agar orang tuanya dapat dibebaskan dan proses hukum berjalan secara adil.

“Saya memohon agar orang tua saya dibebaskan karena ancaman pasal yang dikenakan di bawah lima tahun. Sesuai KUHAP, ancaman pidana di bawah lima tahun tidak harus dilakukan penahanan,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa orang tuanya bukan bandar judi, melainkan hanya pemain biasa.

“Saya berharap proses hukum dilakukan secara adil,” tambahnya.

Kasus ini pun menimbulkan perhatian publik terkait prosedur penangkapan dan penahanan yang dilakukan aparat, serta pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?
Darurat Karhutla Nasional, Kabid Hukum dan HAM DPP KEPMI Bone Desak Presiden Prabowo Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru