Pemkab Gresik Resmikan 80 Kolam Lele Serentak, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, TRISAKTINEWS.COM — Semangat kebersamaan mewarnai pekarangan Pangan Lestari Bhayangkari Cabang Gresik, Asrama Polisi Randuagung, Kebomas, Jumat (29/8/2025).

Di tempat inilah, Pemerintah Kabupaten Gresik meresmikan program 80 kolam budidaya ikan lele yang digelar serentak di 80 desa pada 16 kecamatan. Program ini hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis perikanan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, melainkan juga oleh sinergi antar-elemen desa. Peran Tiga Pilar Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa disebutnya menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program di tingkat masyarakat.

“Pada saat ini, sudah ada 80 kolam ikan yang siap ditebari benih lele, tersebar di 80 desa di wilayah Kabupaten Gresik. Angka ini merupakan bentuk semangat juang di Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 ini,” ujar Bupati Yani.

Ia juga menambahkan bahwa budidaya lele bukan sekadar kegiatan pertanian sederhana. Dengan biaya perawatan rendah dan pangsa pasar yang luas, lele menjadi komoditas yang menjanjikan, terutama bagi warga desa yang membutuhkan sumber penghasilan tambahan. “Budidaya ini adalah solusi nyata di tengah tantangan ekonomi global,” tegasnya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bone Sosialisasi Di Hari Kedelapan Ops Keselamatan 2025 Di Sekolah

Dukungan juga datang dari jajaran kepolisian. Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menilai kolam lele ini mampu menghadirkan manfaat berlapis.

“Kami berharap budidaya lele dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan lokal, hingga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, menegaskan pihaknya siap mengawal jalannya program hingga ke desa-desa. Kehadiran Kadis Perikanan Gresik, Arip Wicaksono, serta Dirut PT Petrokimia Gresik, Dr. Ir. Daconi Khotob, juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pangan berkelanjutan ini.

Puncak acara berlangsung khidmat ketika benih lele ditebar secara simbolis ke dalam kolam yang sudah disiapkan. Tak hanya di lokasi utama, prosesi serupa juga dilakukan serentak di berbagai kecamatan lewat sambungan zoom meeting, dipimpin jajaran Polsek masing-masing.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Gresik Ungkap 16 Kasus Narkotika, Amankan 20 Tersangka dengan Barang Bukti Sabu dan Pil Dobel L

Dalam kesempatan tersebut, kolaborasi dengan PT Petrokimia Gresik semakin dikuatkan melalui penggunaan PetroFish, probiotik cair inovatif yang mampu menjaga kualitas air, menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen, serta meningkatkan efisiensi pakan. Produk ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas budidaya lele sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pakan buatan maupun antibiotik.

Kehadiran PetroFish menjadi wujud nyata komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung praktik akuakultur berkelanjutan dan swasembada pangan nasional. Dengan teknologi ini, keberlangsungan budidaya lele di desa-desa Gresik diyakini dapat terjamin lebih baik.

Peluncuran program ini bukan hanya seremoni simbolis, melainkan cermin dari harapan besar. Harapan bahwa dari kolam-kolam kecil yang tersebar di desa-desa, akan lahir kekuatan besar yang menumbuhkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik.

Penulis : Redho

Editor : Admin

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA