Ops Patuh Pallawa 2025 di Bone Berakhir, 253 Pelanggar Ditindak Satlantas Polres Bone

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 19:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Usai dua pekan dilaksanakan, Operasi Patuh Pallawa 2025 Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bone akhirnya berakhir pada Minggu, (27/7/2025) lalu.

Dari operasi itu tercatat 253 pelanggaran lalu lintas ditindak. Penindakan itu dilakukan melalui teguran, tilang manual maupun elektronik.

Kasat Lantas Polres Bone AKP H.Musmulyadi S.PDi mengatakan, Operasi Patuh Pallawa 2025 ini menyasar beberapa pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan baik dari pengendara roda dua maupun roda empat.

“Pengendara yang melanggar tidak hanya ditindak dengan sistem tilang manual, tetapi juga sistem tilang elektronik yakni melalui kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld,” jelasnya Rabu (30/7).

Baca Juga :  Reformasi Jilid II: Ketika Demokrasi Kehilangan Daya Ubah

Hasil Operasi Patuh Pallawa 2025, dilakukan penindakan terhadap 253 pelanggar lalu lintas. Sebanyak 70 pelanggar diberikan teguran, dan 144 pelanggar kita tindak dengan tilang manual, 39 ditindak melalui sistem ETLE.

“Sedangkan pelanggar paling dominan adalah pengendara sepeda motor. Tanpa helm, serta pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu dan tidak menggunakan sabuk keselamatan juga masih banyak ditemukan,” sambungnya.

Baca Juga :  Truk Rem Blong Masuk Jurang di Bone, Pengemudi Selamat

Selain penegakan hukum, Satlantas Polres Bone juga aktif melakukan kegiatan preemtif dan preventif selama operasi berlangsung dengan tujuan meningkatkan disiplin masyarakat serta menekan angka kecelakaan di jalan raya.

“Dalam Operasi Patuh Pallawa 2025, pendekatan yang digunakan bersifat lebih edukatif dan humanis. Kepada masyarakat pengguna jalan kami imbau untuk tertib berlalu lintas. Jangan melakukan pelanggaran, untuk meminimalisir atau menghindari kecelakaan lalu lintas,” tutupnya. (*/rls)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA