Musim Barat Tiba, Aktivitas Kapal di Kolam Labuh Bentenge Justru Meningkat Tajam

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 13:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULUKUMBA, TRISAKTINEWS.COM — Aktivitas kapal perikanan di Kolam Labuh Bentenge menunjukkan peningkatan signifikan meskipun musim barat telah mulai datang. Situasi yang biasanya membuat sebagian nelayan mengurangi aktivitas melaut, justru berbanding terbalik di kawasan ini.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Senin, 17 November 2025, sedikitnya tujuh kapal perikanan dari berbagai ukuran tampak bersandar, mulai dari kapal kecil hingga kapal berkapasitas 15 hingga 40 Gross Ton (GT).

Fenomena meningkatnya intensitas aktivitas kapal ini tidak terlepas dari rekayasa desain kolam labuh dan dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bentenge yang dinilai sangat adaptif terhadap perubahan musim. Dermaga yang kini dibangun dengan model causeway massif tanpa tiang pancang dan memanjang tegak lurus ke laut, terbukti mampu mengalirkan arus, memecah gelombang, serta menciptakan zona berlabuh yang aman bagi kapal-kapal nelayan.

Dermaga Adaptif Sepanjang Musim

Dengan desain tersebut, para nelayan dapat memilih sisi dermaga yang aman untuk sandar berdasarkan arah musim. Saat musim barat, kapal-kapal berlabuh di sisi kiri (timur) dermaga yang terlindungi dari gelombang barat. Sementara pada musim timur, kapal berpindah ke sisi sebaliknya, tetap berada dalam kondisi aman. Fleksibilitas inilah yang membuat Kolam Labuh Bentenge menjadi pilihan utama para nelayan karena memberikan kepastian lokasi bersandar sepanjang tahun.

Kapal dari Berbagai Daerah Terus Berdatangan

Tidak hanya dari wilayah sekitar Bulukumba seperti Kajang dan Bontobahari, kapal perikanan yang masuk ke Kolam Labuh Bentenge juga berasal dari luar daerah, termasuk Bantaeng hingga Galesong Takalar. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya posisi Bentenge sebagai simpul aktivitas perikanan di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Bontocani Berbagi Kasih dengan Janda Lansia

Pada pantauan, tercatat sekitar 140 cold box ikan didaratkan di kawasan tersebut. Dengan asumsi 1 cold box berisi 60 kilogram, total ikan yang masuk mencapai 8,4 ton dalam satu kali aktivitas pagi.

Akses Pasar yang Kuat: Magnet Utama Nelayan

Selain faktor keamanan berlabuh, akses pasar menjadi daya tarik besar Kolam Labuh Bentenge. Lokasinya yang dekat dengan pusat perdagangan ikan, keberadaan pengepul, serta jaringan distribusi yang telah terbentuk menjadikan kawasan ini sebagai titik ideal bagi suplai ikan dari berbagai daerah.

Ekosistem pasar yang hidup menciptakan sirkulasi ekonomi yang stabil: nelayan mudah menjual hasil tangkapannya, pedagang mendapatkan pasokan rutin, dan industri pengolahan ikan pun terus tumbuh.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba, Yusli Sandi, menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas di Kolam Labuh Bentenge menunjukkan efektivitas desain infrastruktur perikanan yang dibangun pemerintah.

“Kolam Labuh Bentenge ini memang dirancang untuk menjawab tantangan musim. Nelayan tidak lagi khawatir soal lokasi berlabuh. Selain itu, arus perdagangan ikan di sini sudah sangat berkembang sehingga menarik banyak kapal dari daerah lain. Setiap hari ada perputaran ekonomi yang besar,” ujarnya.

Yusli juga menambahkan bahwa volume ikan yang masuk secara konsisten menunjukkan bagaimana Bentenge telah menjadi simpul strategis yang memperkuat sektor perikanan Bulukumba.

Baca Juga :  Hujan Tak Halangi Semangat, Bulukumba Meriahkan Harkitnas Dengan Ramah Tamah Dan Musik

Cermin Kebijakan Pro Rakyat dan Pro Ekonomi

Menggeliatnya Kolam Labuh Bentenge menjadi bukti bagaimana desain infrastruktur yang tepat dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Kolam labuh ini mencerminkan kebijakan yang pro-nelayan dan berdampak luas terhadap ekonomi daerah dengan memberikan:
– Kepastian tempat berteduh dan berlabuh di segala musim.
– Akses pasar yang kuat sehingga harga ikan relatif stabil.
– Efisiensi biaya operasional karena kapal tidak perlu mencari pelabuhan alternatif yang lebih jauh.
Dampak ekonomi yang ditimbulkan pun signifikan, mulai dari meningkatnya perputaran uang lokal, kontribusi terhadap PDRB sektor perikanan, hingga terciptanya lapangan kerja baru baik langsung maupun tidak langsung.

Perencanaan Tepat, Efisiensi Meningkat

Keberhasilan Kolam Labuh Bentenge bukanlah kebetulan, tetapi hasil dari perencanaan infrastruktur yang matang dan berbasis pada karakteristik wilayah pesisir Bulukumba. Pemilihan desain causeway massif tanpa tiang pancang menjadi keputusan strategis karena minim perawatan, stabil menghadapi gelombang musiman, menciptakan alur kapal yang aman, serta efisien dalam jangka panjang.

Pemerintah Daerah Bulukumba terus berkomitmen memastikan infrastruktur perikanan yang dibangun dapat memaksimalkan potensi wilayah, mendukung kesejahteraan nelayan, dan menggerakkan ekonomi daerah. Apalagi saat ini di dekat Kolam Labuh dibangun kawasan Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis
Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu
KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir
SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026
Sukses Digelar Secara Daring, Pra Konferensi ICTIM 2026 Siapkan Peneliti Hasilkan Karya Bereputasi Dunia
Di Bawah Kepemimpinan BerAmal, Ekonomi Bone Terus Menguat dan Jadi Salah Satu Tertinggi
Wakil Bupati Bone Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Asal Daerah, Pulang Selamat dan Lengkap
Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian” Diluncurkan, Kisah Kepemimpinan dari 44 Sudut Pandang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:53 WITA

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:19 WITA

Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:51 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:45 WITA

SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WITA

Sukses Digelar Secara Daring, Pra Konferensi ICTIM 2026 Siapkan Peneliti Hasilkan Karya Bereputasi Dunia

Berita Terbaru