Momentum HJB ke-695, Andi Heryanto Bausad: Jadi Momentum Perubahan dan Persatuan Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 6 April 2025 - 21:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-695 bukan sekadar seremoni tahunan, namun menjadi momen refleksi dan harapan baru bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bone.

Mengusung tema “Mappasitemmu, Ininnawa Bone Ri Madeceng’E” yang berarti menyatukan hati demi Bone yang lebih baik, peringatan HJB tahun ini mengandung pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi dan persatuan dalam membangun daerah.

Salah satu anggota DPRD Bone dari Partai Nasdem, Andi Heryanto Bausad, menyampaikan pandangannya mengenai makna mendalam dari tema tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga warisan sejarah dan budaya, sekaligus bersatu dalam semangat gotong royong membangun Bone yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.

Baca Juga :  Wabup Sinjai Tutup Turnamen Sepak Bola Gelora Family, Gelora B Raih Juara

“Tema ini mengandung makna yang mendalam dan penuh harapan bagi masyarakat Bone. Ini ajakan bagi kita semua untuk menyatukan hati dan langkah menjaga serta membangun daerah yang kita cintai ini,” ujar AHB, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar momen HJB ke-695 ini menjadi titik awal perubahan positif di bawah kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin.

Baca Juga :  Bupati–Wabup Bone Gas Pol Target Pembangunan 2026 Lewat Rakor Virtual

“Saya mewakili masyarakat Bone, khususnya di dapil saya, berharap penuh kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati agar membawa perubahan yang positif dan nyata bagi Kabupaten Bone tercinta,” tambahnya.

Peringatan HJB ke-695 diharapkan tak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret demi kemajuan Bone ke depan. (*/iwn)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA