Komunitas MDM Terbentuk, Hadir untuk Penuhi Kebutuhan Darah di Kota Makassar

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024 - 20:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, TRISAKTINEWS.COM.-Komunitas Mediator Darah Makassar (MDM) telah melantik pengurus baru yang berlangsung khidmat dan lancar.

Setelah pelantikan, Upgrading dilanjutkan rapat kerja yang digelar di Gedung Anging Mamiri, Kota Makassar, Senin, 11 November 2024.

Komunitas ini bertujuan untuk menjadi penghubung antara pendonor dan penerima darah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah sukarela dan solidaritas dalam membantu sesama.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai organisasi kemahasiswaan serta komunitas dari Kota Makassar.

Pengurus baru Mediator Darah Makassar berkomitmen untuk berperan aktif dalam menyediakan darah yang aman dan berkualitas, mengingat kebutuhan darah yang semakin meningkat di berbagai fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Dugaan Pungutan Liar “Tersistematis” di SAMSAT Manyar Surabaya, Propam Polri Diminta Turun Tangan
Para pengurus Mediator Darah Makassar (MDM)

Komunitas ini berharap dapat menjadi garda terdepan dalam merespon kebutuhan darah sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya donor darah bagi kesehatan masyarakat.

Rahmat Adriansyah Arlan, Ketua Mediator Darah Makassar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, bagi mereka yang mengalami kecelakaan, membutuhkan operasi besar, atau menderita penyakit seperti anemia berat dan kanker, pasokan darah adalah faktor penting bagi keselamatan dan pemulihan mereka.

“Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki potensi menyelamatkan nyawa. Kami hadir sebagai penghubung agar kebutuhan darah dapat direspons dengan cepat, dan ini menjadi prioritas kami dalam peningkatan kesehatan di Kota Makassar,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Sinjai Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak, Warga Antusias Belanja Kebutuhan Pokok

Aditya Prananda Rs, S.Ked, sebagai Founder Mediator Darah Makassar, berharap komunitas ini menjadi solusi bagi kebutuhan darah yang sering kali kurang terakomodasi dengan baik oleh masyarakat saat ada permintaan mendesak.

“Kami sangat membutuhkan kolaborasi dalam upaya ini,”harapnya

“Dengan pelantikan ini, Mediator Darah Makassar diharapkan semakin berperan dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” harapnya.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terlibat dalam upaya peningkatan kesejahteraan kesehatan di Kota Makassa,” ungkapnya.(*/sugi)

Berita Terkait

Membaca Dunia, Memanusiakan Manusia: Menghidupkan Kembali Gagasan Paulo Freire
Pentas Seni Gabungan PAUD Bone Jadi Ajang Tumbuhkan Kreativitas dan Karakter Anak
KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir
SDN 263 Awangtangka Laksanakan Asesmen Sumatif, Bekal Siswa Menuju Jenjang Berikutnya
Hasil Lengkap Pilkades Antarwaktu 2026 di Wilayah Bone, Ini Daftar Nama Terpilih
BINUS University dan IAI Rawa Aopa Teken LoI, Perkuat Kolaborasi Riset dan Transfer Teknologi
Tak Ada Lagi Antrean Panjang, SPBU di Luwu Utara Jual BBM Secara Normal
Resmi Dilindungi Merek Kelas 41, Krida SH Terate Piala Gubernur Jateng Cup 3 Punya Landasan Hukum Kuat
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:57 WITA

Membaca Dunia, Memanusiakan Manusia: Menghidupkan Kembali Gagasan Paulo Freire

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:21 WITA

Pentas Seni Gabungan PAUD Bone Jadi Ajang Tumbuhkan Kreativitas dan Karakter Anak

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:51 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:46 WITA

SDN 263 Awangtangka Laksanakan Asesmen Sumatif, Bekal Siswa Menuju Jenjang Berikutnya

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:30 WITA

Hasil Lengkap Pilkades Antarwaktu 2026 di Wilayah Bone, Ini Daftar Nama Terpilih

Berita Terbaru

Opini

Hitung-hitungan Ekonomi di Balik Kasus Korupsi

Minggu, 19 Jul 2026 - 13:47 WITA

Opini

Saat Manusia Lebih Sibuk ‘Tampak’ daripada ‘Menjadi’

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:29 WITA

Opini

Ketika Realitas Desa Melampaui Fiksi Eka Kurniawan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:15 WITA