Kapolsek Bontocani Jenguk Korban Penganiayaan di RSUD Tenriawaru, Tegaskan Komitmen Proses Hukum dan Kepedulian Polri

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Kapolsek Bontocani Polres Bone, IPTU Kamaluddin, S.H., menunjukkan empati dan kepedulian terhadap warganya dengan menjenguk korban penganiayaan berat yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis parang dalam sebuah insiden penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Bontocani. Kunjungan ini dilakukan IPTU Kamaluddin pada Minggu (22/6) sebagai bentuk dukungan moril kepada korban dan keluarganya, serta komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Polda Sulsel Tetapkan 29 Tersangka Kerusuhan dan Pembakaran Kantor DPRD

“Kami prihatin atas kejadian ini dan mendoakan agar korban segera pulih. Kami juga pastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar IPTU Kamaluddin di sela-sela kunjungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga berdialog langsung dengan keluarga korban serta pihak medis untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan korban. Selain menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Sinjai Terima Kunjungan Ketua IPHI, Bahas Persiapan Mubes IPHI Sinjai 2025

Pihak kepolisian sendiri telah mengamankan pelaku penganiayaan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Bontocani.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan. Pelaku akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas IPTU Kamaluddin.

Kunjungan Kapolsek ini mendapat apresiasi dari keluarga korban, yang merasa diperhatikan dan didampingi dalam menghadapi peristiwa yang mereka alami.

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA