Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan di Bone, Satlantas Imbau Orang Tua Awasi Anak di Bawah Umur

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Duka menaungi dua keluarga di Kabupaten Bone. Dua kasus kecelakaan merenggut dua nyawa pengendara dibawah umur setelah dua sepeda motor bertabrakan di Jalan Poros Bone – Makassar tepatnya Dusun Ale Jempo Desa Sengeng Palie Kecamatan Lappariaja.

Dan satu sepeda motor bertabrakan dengan truck di Desa Ulaweng Cinnong, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, pada Kamis (9/10/2025) lalu.

“Korban SA (13) meninggal di lokasi kejadian tepatnya di Desa Ulaweng Cinnong. Sementara korban ADTD (16) TKP Desa Sengeng Palie meninggal di rumah sakit,” jelas Kasat Lantas Polres Bone AKP H Musmulyadi S.PDi, Selasa (14/10).

Baca Juga :  Lansia Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Bone, Pelaku Masih Dalam Lidik

Dengan adanya kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar anak dibawah umur tersebut, AKP H Musmulyadi S.PDi menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih disiplin dalam aturan berkendara.

“Pengendara masih dibawah umur, belum memiliki SIM. Ada yang tidak menggunakan helm, selain melanggar aturan lalu lintas, tindakan ini juga sangat membahayakan keselamatan diri maupun orang lain,” ujarnya.

Inilah yang seringkali menjadi faktor terjadinya kecelakaan, karena emosi anak di bawah umur belum stabil dan minim pengalaman berkendara, yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca Juga :  TMC Sat Brimob Sulsel Gelar Touring Perdana, Perkuat Silaturahmi Antar Personel

AKP H Musmulyadi juga menyampaikan bahwa pihaknya terus atau rutin melakukan patroli dan sosialisasi, termasuk tindakan penegakan hukum apabila ditemukan pengendara di bawah umur yang membahayakan keselamatan di jalan.

“Kami terus melakukan pengawasan. Namun, kunci utama tetap ada pada peran orang tua. Jangan biarkan anak-anak mengambil risiko yang besar hanya karena kurangnya pengawasan di rumah,” tambahnya.

Ia berharap kerja sama seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga, dapat menciptakan budaya berlalu lintas yang tertib sejak dini demi menciptakan kondisi jalan yang aman dan nyaman bagi semua, tutupnya. (*)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA