Dua Jam Lebih Diverifikasi Oleh KPUD Lutra, Paslon Muh. Fauzi dan Aji Saputra Resmi Jadi Calon Bupati

- Jurnalis

Jumat, 30 Agustus 2024 - 12:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU UTARA, TRISAKTINEWS.COM – Tidak berkonvoi menggunakan kendaraan, pasangan calon Bupati Muh Fauzi dan Wakil Bupati Aji Saputra Arifin menjadi pendaftar yang terakhir dalam Pilkada Luwu Utara 2024.

Berkisar 2 jam lebih diverifikasi, pasangan tersebut resmi menjadi calon setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh KPUD Luwu Utara di Aula Demokrasi Kantor KPU Kabupaten Luwu Utara, Kamis (29/08/2024) Malam.

Calon Bupati Luwu Utara Muh. Fauzi mengungkapkan bahwa dirinya siap bertarung di Pilkada Luwu Utara demi hajatan ingin memajukan perekonomian masyarakat Luwu Utara dan akan melanjutkan kepemimpinan Hj. Indah Putri Indriani.

“Kepemimpinan Bupati sebelumnya sudah bagus, tinggal bagaimana kita melanjutkannya,” ucap Muh. Fauzi yang kerap disapa Abang.

Baca Juga :  Bawaslu Bone Teruskan Dugaan Pelanggaran Ke Pj.Bupati Bone

Ia juga menyebutkan dalam kesempatan konferensi pers bahwa didasari keinginan untuk membangun Luwu Utara lebih baik lagi dan juga didasari perintah dari partai Golkar.

“Mengenai ada persepsi ditengah masyarakat, saya terpilih sebagai anggota DPR RI dan maju di Pilkada, yang seolah-olah saya meninggalkan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. Saya pikir ini sesuatu hal yang tidak melanggar dan tidak perlu dipertanyakan,” Ucap Muh. Fauzi.

“Kalau itu mau dipertanyakan, Pak Jokowi juga harus kita pertanyakan pada saat dia maju di DKI sebagai persiden, ada yuriskudensinya. Perwakilan itu kan tidak perlu orangnya, di DPR RI masih ada orang Golkar, kalau kita lihat orangnya ya susah. kemarin-kemarin kan tidak ada perwakilan dari Luwu Utara tapi kan program tetap masuk ke Luwu Utara,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tim Tunas Muda Deklarasikan Dukung "BerAmal"

Selain itu kata Fauzi, pada saat partai memerintahkan, sebagai kader saya pasti siap melaksanakan perintah partai.

“Tidak ada satupun kader partai yang bisa menolak perintah partai. Jujur saja, dua hari saya di kandang paksa diminta partai Golkar untuk maju. Akan tetapi, kalau ditanya soal keinginan atau kepentingan, secara pribadi kalau keinginan saya mungkin selesai kalau saya di DPR RI,” pungkasnya. (*/Ksr)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA