Bupati Bone Raih Apresiasi Nasional Pembina Proklim 2025, Satu-Satunya dari Sulawesi Selatan

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​JAKARTA, TRISAKTINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Bone kembali menegaskan posisinya sebagai daerah pionir dalam aksi lingkungan di kawasan timur Indonesia. Bupati Bone, H. A. Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dijadwalkan menerima Apresiasi Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Senin (1/12/2025) mendatang.

Penghargaan ini menjadi istimewa karena Bupati Bone bersama Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan, merupakan dua kepala daerah dari wilayah Indonesia Timur yang terpilih dari total 25 kepala daerah penerima apresiasi tingkat nasional.

Pengakuan tersebut mencerminkan komitmen kepemimpinan hijau di Kabupaten Bone dalam mengintegrasikan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim hingga ke tingkat desa.

Di bawah kepemimpinan Bupati H. A. Asman Sulaiman, Proklim tidak hanya dipandang sebagai program pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai strategi vital dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kabupaten Bone sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Sulawesi Selatan sangat bergantung pada stabilitas iklim dan ketersediaan air, sehingga rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti kekeringan ekstrem dan pergeseran musim.

Melalui Proklim, pemerintah daerah menjalankan dua fungsi utama, yaitu adaptasi dengan pembangunan embung air dan sumur resapan untuk memastikan ketersediaan air selama musim kering, serta mitigasi dengan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan limbah organik dan penerapan teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan BPBD Bone Untuk Masyarakat

Kesuksesan tersebut salah satunya terlihat melalui capaian Desa Poleonro, yang berhasil meraih penghargaan Proklim Lestari sebagai wujud keberhasilan aksi komunitas dalam menjaga lingkungan dan menjamin keberlanjutan produksi pertanian.

Pemerintah Kabupaten Bone dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menghubungkan peningkatan kualitas lingkungan dengan stabilitas produktivitas pertanian.

Hal itu terlihat dari tiga indikator utama kualitas lingkungan, yakni kualitas tanah, air, dan udara yang saling mendukung dalam menjaga produksi pangan.

Kabupaten Bone memiliki luas lahan persawahan mencapai 88.449 hektare, namun sebagian lahan berpotensi mengalami penurunan kesuburan dan rendahnya kandungan C-organik.

Program Proklim mendorong petani mengolah limbah pertanian menjadi kompos dan pupuk organik, yang terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga produktivitas jangka panjang.

Pada aspek kualitas air, Proklim berperan dalam menjaga Indeks Kualitas Air (IKA) melalui konservasi air seperti panen air hujan dan penanaman vegetasi pelindung sumber mata air agar irigasi tetap stabil dan aman bagi pertanian.

Baca Juga :  Bupati Bone Tegaskan Layanan RSUD Tenriawaru Harus Adil dan Tanpa Diskriminasi

Sementara dari aspek kualitas udara, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Bone berada pada angka 84,5 poin, ditopang aksi mitigasi seperti pengurangan pembakaran lahan dan pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya yang menjaga kesehatan ekosistem dan mengurangi risiko hama tanaman.

Bupati Bone H. A. Asman Sulaiman menyampaikan bahwa apresiasi nasional ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh masyarakat Bone, terutama desa-desa yang giat menjalankan aksi iklim melalui Program Kampung Iklim.

Menurutnya, lingkungan yang sehat adalah fondasi utama kesejahteraan dan ketahanan pangan daerah.

“Proklim adalah investasi masa depan. Dengan lingkungan yang terjaga, Bone bukan hanya menjadi daerah tangguh menghadapi perubahan iklim, tetapi juga penyangga utama kebutuhan pangan nasional,” ujar Bupati Asman Sulaiman, Jumat (28/11/2025).

Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh daerah di Indonesia Timur untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen memperluas implementasi Proklim sebagai gerakan kolektif menuju ketahanan pangan berkelanjutan.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru

Opini

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Kamis, 22 Okt 2026 - 09:27 WITA