Bupati Bone Murka, Temukan Pungli Saat Sidak di TPR Perhubungan Kajuara

- Jurnalis

Minggu, 20 April 2025 - 20:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM – Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman berang, menemukan praktik pungutan liar (Pungli) saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di TPR Dinas Perhubungan Kabupaten Bone di Batumimbalo, Kecamatan Kajuara batas Bone-Sinjai, Minggu 20 April 2025.

Bupati yang saat itu tengah berbincang dengan petugas Dishub, tiba tiba melihat oknum TPR menyetop mobil dan meminta uang senilai Rp2000 tanpa memberikan karcis.

Diketahui ada enam petugas TPR Dishub yang bertugas. Sontak kejadian ini memicu amarah bupati.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bone Bubarkan Balap Liar di Palakka–Cina, 30 Motor Diamankan

“Jadi saat berbincang dengan petugas TPR Dishub, salah seorang petugas menyetop mobil dan langsung mengambil/meminta uang. Rp 2000 tanpa dikasih karcis. Itu dilakukan di depan bupati. Dengan berani masih lakukan pungli,” kata salah seorang pejabat lingkup Pemkab Bone yang mendampingi bupati.

Saat itu juga, bupati langsung meminta Kadis Perhubungan melalui Plt Kepala BKPSDM Bone untuk memanggil semua petugas TPR Se-Kabupaten Bone Senin besok 21 April 2025.

Baca Juga :  Sat Resnarkoba Polres Bone Bekuk DPO Bandar Narkoba di Palopo Setelah Empat Bulan Pengejaran

Dikonfirmasi media ini, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman mengaku tindakan petugas Dishub tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Luar biasa ini petugas, berani sekali pungli. Di depan saya, melakukan itu,” tegasnya.

“Kalau pungli dilakukan secara berjamaah, bayangkan berapa banyak kebocoran PAD kita,” tambah bupati. (*/ril)

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA