BONE Memanas, Aksi Tolak Kenaikan PBB-P2 Berujung Bentrokan dengan Aparat

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Gelombang protes menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone kembali pecah dan berakhir ricuh, Selasa (19/8/2025).

Ribuan massa yang sejak siang memenuhi halaman Kantor Bupati Bone bertahan hingga malam. Sekitar pukul 18.50 Wita, situasi memanas saat demonstran mendorong barikade aparat hingga pagar kawat berduri yang terpasang roboh.

Aparat kepolisian kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata berulang kali untuk membubarkan massa. Kericuhan tak terhindarkan, demonstran melempari aparat dengan batu, sementara polisi membalas dengan tembakan gas air mata dan dorongan barisan antihuru-hara.

Baca Juga :  APTIKIS Guncang Simposium AI di Pahang: Tekankan Etika Spiritual dalam Teknologi

Suasana semakin kacau ketika ratusan orang berlarian ke arah kawasan Masjid Agung Bone untuk menghindari gas air mata. Beberapa demonstran terpaksa dievakuasi karena sesak napas, bahkan ada yang dilarikan ke rumah sakit akibat luka terkena lemparan batu.

Baca Juga :  Tiga Kali Aksi Mahasiswa di Mapolresta Sidoarjo Berlangsung Damai dan Kondusif

Hingga pukul 19.05 Wita, aparat masih berjaga ketat di depan kantor bupati Bone, sementara arus lalu lintas dialihkan. Sisa-sisa aksi berupa batu, botol air mineral, spanduk, serta ban bekas yang dibakar masih berserakan di jalan, menyisakan suasana kota Bone yang tegang.

Gelombang ketiga aksi menolak kenaikan PBB-P2 ini pun berakhir dengan bentrokan keras.

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA