GOWA, TRISAKTINEWS.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Pemuda Peduli Hukum (PPH) mendatangi Polresta Gowa pada Senin (3/8) untuk mendesak penindakan tegas terhadap maraknya dugaan aktivitas pertambangan galian C ilegal di wilayah Kabupaten Gowa.
Jenderal Lapangan PPH, Carly, menegaskan bahwa pembiaran terhadap tambang tanpa izin tidak hanya merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga merugikan negara dan mengikis kepercayaan publik terhadap penegak hukum.
“Kerusakan lingkungan adalah ancaman masa depan. Aparat penegak hukum wajib bertindak profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih,”ujar Carly dalam orasinya.
Carly menilai bahwa pembiaran terhadap dugaan praktik pertambangan ilegal dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Oleh sebab itu, pihaknya mendesak aparat untuk melakukan penyelidikan menyeluruh sesuai ketentuan perundang-undangan jika ditemukan bukti pelanggaran.
Dalam aksi tersebut, Pemuda Peduli Hukum menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta aparat mengusut dugaan pertambangan ilegal, menghentikan kegiatan yang tidak berizin, menyita alat berat yang terlibat tindak pidana sesuai prosedur, serta mengevaluasi dugaan pembiaran oleh oknum berwenang.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Pemuda Peduli Hukum menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum dan mendorong transparansi penanganan dugaan pelanggaran di sektor pertambangan.
Menurut Carly, perjuangan ini bukan hanya soal penindakan hukum, melainkan juga upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara legal.
”Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian hukum. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik yang diduga merusak lingkungan dan mengabaikan aturan,” tutup Carly.
Penulis : admin redaksi
Editor : Admin Redaksi








