Bandara Sultan Hasanuddin Berfungsi Ganda: Gerbang Penerbangan dan Juga Forum Inovasi dan Riset

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 16:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAROS, TRISAKTINEWS.COM — Ada yang berbeda dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Jika selama ini dikenal sebagai pintu gerbang transportasi udara di kawasan timur Indonesia, kini bandara tersebut mulai menjelma menjadi pusat kolaborasi riset dan inovasi yang mempertemukan berbagai gagasan besar dalam satu ruang.

Transformasi ini mengemuka dalam gelaran Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang berlangsung di kawasan bandara, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Forum ini menjadi titik temu antara akademisi, pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas dalam merancang masa depan berbasis ilmu pengetahuan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menegaskan bahwa peran bandara tidak lagi sebatas tempat pesawat datang dan pergi. Lebih dari itu, bandara harus juga menjadi ruang terbuka yang mampu melahirkan ekosistem baru.

“Bandara bukan hanya untuk terbang, tetapi menciptakan ekosistem baru yang semakin terbuka. Kami menjalankan prinsip ABCDE – Activity Based on Collaborative, Decision and Ecosystem,” ujarnya.

Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maros. Bupati Maros, Dr. Andi Syafril Chaidir Syam, yang membuka forum tersebut, menyebut langkah ini sebagai terobosan penting dalam mendorong daerah menjadi bagian dari ekosistem pengetahuan.

Baca Juga :  Dialog Hari Sumpah Pemuda di Bone Angkat Tema Kreativitas Pemuda Untuk Kemajuan Daerah

“Ini langkah maju. Maros tidak hanya menjadi lokasi bandara, tetapi juga bagian dari ekosistem pengetahuan dan riset,” tuturnya.

Forum ini diinisiasi oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Maros bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro. Ketua Panitia, Ismail Suardi Wekke, Ph.D, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan riset yang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Forum ini menjadi katalisator penting bagi peneliti untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial,” ungkap Ismail.

Menariknya, forum ini juga menghadirkan perspektif internasional melalui kehadiran akademisi dari Jepang dan Malaysia, di antaranya Prof. Dr. Peter dari Tohoku University, serta Prof. Dr. Norzalita dan Dr. Roslan dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Mereka membahas bagaimana riset dapat mendorong transformasi bandara menjadi airport city yang terintegrasi dengan pembangunan daerah dan ekosistem digital.

Baca Juga :  Bawa 14 Paket Sabu, Pemuda Lowokwaru Diciduk Satresnarkoba Polresta Malang

Ismail juga menekankan bahwa pengembangan inovasi tidak boleh lepas dari nilai-nilai lokal.

“Meskipun berbicara teknologi masa depan, pijakan kita tetap pada kearifan lokal. Inilah identitas riset kita di kancah global,” jelasnya.

Semangat kepahlawanan Sultan Hasanuddin pun diangkat sebagai inspirasi dalam membangun integritas ilmiah—bahwa riset bukan sekadar mengejar publikasi, tetapi bentuk pengabdian kepada bangsa.

Melalui pendekatan penta helix, yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media, forum ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Ke depan, SHFRI direncanakan menjadi agenda rutin dengan berbagai tema strategis, mulai dari digitalisasi layanan publik, pengembangan UMKM berbasis bandara, hingga penguatan konsep airport city.

Dengan langkah ini, Bandara Sultan Hasanuddin tidak hanya menjadi tempat perjalanan dimulai, tetapi juga tempat lahirnya ide-ide besar untuk masa depan. (*)

Penulis : Iwan/Ril

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka, Wabup Bone Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Leluhur
Bone Bakal Kebanjiran Proyek Besar, BupAAS Ungkap Sektor yang Siapkan Banyak Lapangan Kerja
Resmi Dilantik, Muhammad Hasbi Siddiq Diminta Langsung “Gaspol” Bangun Desa Lembang Lohe
Gebrakan Baru Pemkab Bulukumba, Data Tanah dan Pajak Kini Terintegrasi Digital
Pemda Bone Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan TPID Berkinerja Terbaik se-Indonesia
12 Atlet Judo Bone Terbang ke Jawa Timur, Bupati Andi Asman Titip Pesan Penting
Jemput Bola ke Senayan! Wabup Bone Temui Sejumlah Anggota DPR RI, Ada Apa?
Semua Layanan Ada di Satu Tempat, Jambore Pelayanan Publik Bulukumba Diserbu Warga

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:41 WITA

Haul ke-312 Lapatau Matanna Tikka, Wabup Bone Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Leluhur

Jumat, 25 September 2026 - 22:27 WITA

Bone Bakal Kebanjiran Proyek Besar, BupAAS Ungkap Sektor yang Siapkan Banyak Lapangan Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 20:19 WITA

Resmi Dilantik, Muhammad Hasbi Siddiq Diminta Langsung “Gaspol” Bangun Desa Lembang Lohe

Kamis, 24 September 2026 - 20:09 WITA

Gebrakan Baru Pemkab Bulukumba, Data Tanah dan Pajak Kini Terintegrasi Digital

Kamis, 24 September 2026 - 20:00 WITA

Pemda Bone Ukir Prestasi Nasional, Raih Penghargaan TPID Berkinerja Terbaik se-Indonesia

Berita Terbaru