Panitia Bone Fun Run 2026 Klarifikasi Pembatalan, Akui Rugi dan Salah Cantumkan Kontak Pejabat

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Menyusul polemik pembatalan Bone Fun Run 2026, panitia dari komunitas Lapatau Runners menggelar konferensi pers di Cafe Rumara, Jalan Sukawati, Kabupaten Bone, Minggu (12/4/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Lapatau Runners yang ditunjuk sebagai race management memaparkan kronologi pembatalan event yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ketua panitia, Ira, mengungkapkan bahwa hingga mendekati hari pelaksanaan, belum ada kepastian teknis maupun koordinasi yang jelas dari pihak Pemerintah Kabupaten Bone. Padahal, menurutnya, secara lisan Bupati Bone sebelumnya telah menunjuk Kepala BKPSDM Bone, Edy Saputra Syam, sebagai penanggung jawab kegiatan.

“Event Bone Fun Run ini merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Bone dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bone. Kami dari Lapatau Runners hanya ditunjuk sebagai race management karena merupakan komunitas lari di Bone yang telah beberapa kali menyelenggarakan event,” ujarnya.

Lebih lanjut, panitia mengakui mengalami kerugian cukup besar akibat pembatalan tersebut. Salah satu beban terbesar berasal dari pemesanan medali dalam jumlah ribuan unit.

“Sebanyak 5.200 medali sudah dipesan dan saat ini sudah berada di Bone. Sebagian besar biaya pemesanan berasal dari dana pribadi anggota, dan sebagian lainnya dari uang registrasi peserta,” jelasnya.

Baca Juga :  Lama Tak Bertemu, Alumni 1979 SD 10 Bone Jalin Silaturahmi

Atas kondisi tersebut, Lapatau Runners berharap dapat duduk bersama dengan pemerintah daerah guna mencari solusi terbaik, termasuk mekanisme pengembalian dana (refund) kepada peserta.

Terkait polemik pencantuman nama dan nomor kontak Edy Saputra Syam dalam flyer pengumuman pembatalan, panitia mengakui langkah tersebut dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu. Keputusan itu diambil karena panitia mengaku mengalami kebuntuan komunikasi dengan pihak terkait.

“Pencantuman nomor tersebut karena kami sudah tidak tahu lagi harus berkomunikasi dengan siapa. Kami benar-benar buntu saat itu,” ungkap Ira.

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa dirinya hanya mengetahui adanya koordinasi awal terkait rencana kegiatan tersebut, namun tidak terlibat dalam teknis pelaksanaan maupun pengelolaan peserta.

“Saya merasa keberatan nama saya disebut. Saya bukan bagian dari kepanitiaan, launching pun saya tidak hadir. Masalah registrasi peserta saya tidak pernah mengetahui sama sekali, siapa adminnya dan seterusnya. Tidak ada juga uang yang mengalir ke saya, ini tiba-tiba nama saya disebut sebagai penanggung jawab dari pihak pemda,” ujarnya, Sabtu sore (11/4/2026).

Baca Juga :  Bupati Bone Tinjau Pembangunan Jalan Desa Binuang, Warga Sambut Antusias Setelah 30 Tahun Penantian

Ia juga menyayangkan tindakan oknum yang menyebarkan nomor pribadinya tanpa izin, karena dinilai telah mengganggu privasi serta kinerjanya sebagai pelayan publik.

“Saya sangat menyayangkan tindakan oknum yang menyebarkan nomor pribadi saya tanpa izin. Ini sudah mengganggu privasi dan kinerja saya sebagai pelayan publik. Masalah pembatalan event sepenuhnya adalah tanggung jawab pihak penyelenggara,” keluhnya.

Selain menjabat sebagai Kepala BKPSDM, Edy juga diketahui menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Ia menegaskan akan meminta klarifikasi dari pihak panitia terkait pencantuman nomor tersebut.

“Yang pertama, saya minta panitia mengklarifikasi terkait yang beredar di media sosial. Yang kedua, jika tidak ada, saya akan menyelesaikan melalui jalur hukum,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, polemik pembatalan Bone Fun Run 2026 masih menjadi perhatian publik, khususnya terkait tanggung jawab terhadap peserta serta kejelasan pengelolaan kegiatan.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Soal Dugaan Penganiayaan Staf DPRD Bone, Wasekum KOHATI PB HMI Desak Polisi dan BK Tindak Ketua DPRD Bone
HMI Bone Kecam Dugaan Penganiayaan Staf, BK DPRD Bone Diminta Bertindak Tanpa Tebang Pilih
SEMMI Minta BK Bertindak Tegas Atas Dugaan Perlakuan Tak Pantas Ketua DPRD Bone
Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kemenkes RI, Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf di Kantor, Korban Mengaku Dilempari Hingga Disiram Air
HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:30 WITA

Soal Dugaan Penganiayaan Staf DPRD Bone, Wasekum KOHATI PB HMI Desak Polisi dan BK Tindak Ketua DPRD Bone

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:23 WITA

HMI Bone Kecam Dugaan Penganiayaan Staf, BK DPRD Bone Diminta Bertindak Tanpa Tebang Pilih

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:27 WITA

SEMMI Minta BK Bertindak Tegas Atas Dugaan Perlakuan Tak Pantas Ketua DPRD Bone

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WITA

Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kemenkes RI, Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:14 WITA

Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf di Kantor, Korban Mengaku Dilempari Hingga Disiram Air

Berita Terbaru