Kriminalitas Meningkat di Mimika, Aktivis Prodem Desak Kapolres Ambil Langkah Tegas

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 02:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA, TRISAKTINEWS.COM — Maraknya kasus pembunuhan, pembegalan, hingga penikaman di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kian menuai sorotan publik. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kriminalitas di wilayah yang dikenal sebagai Kota Emas ini dilaporkan mengalami peningkatan dan menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) sekaligus akademisi, Ardiansyah Jumaedi Nasir, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi keamanan yang dinilainya semakin memburuk. Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan serta langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh Polres Mimika dalam menekan angka kejahatan.

Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Timika, Ardiansyah menilai bahwa meningkatnya tindak kriminal bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan stabilitas sosial masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama aparat penegak hukum.

“Situasi keamanan yang tidak kondusif ini sangat berdampak pada rasa aman masyarakat. Negara, melalui aparat kepolisian, wajib hadir untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Ardiansyah secara terbuka mendesak Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H., agar segera mengambil langkah konkret dan terukur guna menjamin keamanan masyarakat. Ia menekankan pentingnya peningkatan patroli di titik-titik rawan kriminalitas, penguatan kehadiran aparat di ruang publik, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan warga.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Bone Kritik Dinas Pendidikan Soal Jam Mengajar Guru: “Jangan Malu-Malukan!”

Selain itu, Ardiansyah juga mendorong pelaksanaan program edukasi berbasis pencegahan kejahatan serta penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. Menurutnya, rasa aman merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara, sehingga aparat kepolisian dituntut untuk bekerja secara profesional, responsif, dan humanis.

Ia berharap, melalui langkah-langkah konkret serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Mimika dapat kembali menjadi wilayah yang aman dan kondusif. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dibayangi rasa takut dan kekhawatiran.

Penulis : Ryan

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Wabup Bone Resmikan Studio Podcast SMAN 8 dan Launching Buku “Mengenang Jejak Ahmad Kamal” di Kajuara
Wabup Bone Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Bajoe, Soroti Keluhan Debu dan Lumpur Warga
Panitia Bone Fun Run 2026 Klarifikasi Pembatalan, Akui Rugi dan Salah Cantumkan Kontak Pejabat
Perkuat Jejaring Akademik, IAI Rawa Aopa Jajaki Kerja Sama dengan FISIP Unibos
39 Peserta Siap Berlaga, Wabup Bone Resmi Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel
Isi Akhir Pekan, SCC Brimob Sulsel Gelar Gowes Kamtibmas Lintas Tiga Kabupaten
Bone Fun Run 2026 Gagal Digelar, Kepala BKPSDM Bone Protes Namanya Dicatut
Dua Desa di Bone Masuk Nominasi Kampung Nelayan Merah Putih, Berpeluang Dapat Anggaran Hingga Rp24 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 19:35 WITA

Wabup Bone Resmikan Studio Podcast SMAN 8 dan Launching Buku “Mengenang Jejak Ahmad Kamal” di Kajuara

Rabu, 15 April 2026 - 08:31 WITA

Wabup Bone Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Bajoe, Soroti Keluhan Debu dan Lumpur Warga

Minggu, 12 April 2026 - 14:51 WITA

Panitia Bone Fun Run 2026 Klarifikasi Pembatalan, Akui Rugi dan Salah Cantumkan Kontak Pejabat

Sabtu, 11 April 2026 - 16:39 WITA

Perkuat Jejaring Akademik, IAI Rawa Aopa Jajaki Kerja Sama dengan FISIP Unibos

Sabtu, 11 April 2026 - 16:32 WITA

39 Peserta Siap Berlaga, Wabup Bone Resmi Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel

Berita Terbaru