Penggelapan vs Pencemaran Nama Baik, Dua Warga Magetan dan Surabaya Saling Lapor ke Polda Jatim

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 01:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Aksi saling lapor terjadi di Polda Jawa Timur. Ikke Septianti (34 tahun), warga Desa Bogem RT 002/RW 001, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, dilaporkan atas dugaan tindak pidana penggelapan dan/atau penipuan oleh Erna Prasetyowati ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur (Jatim).

Membalas laporan tersebut, Ikke Septianti juga mengadukan Erna Prasetyowati ke Renmin Siber Polda Jawa Timur pada Rabu, 3 Desember 2025, atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media.

Sementara itu, laporan Erna Prasetyowati ke SPKT Polda Jawa Timur terdaftar dengan nomor: LP/B/1717/XI/2025/SPKT/Polda Jawa Timur, tanggal 30 November 2025.

Kuasa Hukum Erna Prasetyowati, Dodik Firmansyah, menanggapi santai pengaduan balik yang dilakukan Ikke Septianti. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Jumat siang (5/12/2025), Dodik menyatakan bahwa semua warga negara memiliki hak hukum untuk melapor ke kepolisian.

Baca Juga :  AMS Tekankan Pentingnya Perkuat Kolaborasi dan Pemanfaatan Potensi Desa

Namun, menurutnya, yang terpenting adalah apakah laporan tersebut didukung dengan bukti yang cukup atau tidak.

“Nama-nama saksi dan bukti telah kami serahkan semua ke SPKT Polda Jatim. Kalau tidak ada saksi dan bukti yang cukup, tidak mungkin laporan kami diterima,” ujar Dodik sambil tertawa menanggapi pelaporan balik dari Ikke Septianti.

Terkait pernyataan kliennya di media mengenai uang muka pembelian 1 unit Honda HRV 1.5L SE CVT tahun 2024 di Dealer Honda Bintang Madiun sebesar Rp 83 juta yang diserahkan kepada Ikke Septianti—dan kini menjadi objek laporan pencemaran nama baik—Dodik menegaskan bahwa uang muka tersebut benar telah diterima Ikke Septianti.

Penyerahan dilakukan secara tunai dan melalui transfer ke rekening bank atas nama Ikke Septianti. Penyerahan cash bahkan disaksikan dua orang di rumah kliennya di Surabaya pada September 2024.

Baca Juga :  Kasus Tudingan Bandar Togel di Pasuruan Kota Jadi Sorotan, Keluarga Minta Penanganan Objektif

“Selain diberikan cash, uang muka dibayar via transfer bertahap ke rekening atas nama Ikke Septianti. Saya ingatkan, jangan sampai membuat laporan palsu, karena ada deliknya jika klien kami dirugikan,” tegas Dodik Firmansyah.

Dodik juga mempertanyakan keberadaan unit mobil Honda HRV 1.5L SE CVT 2024 milik kliennya yang hingga kini masih dibawa oleh Ikke Septianti. Mobil tersebut dibeli atas nama Putri Ayu Budi Sekarwangi (anak Erna Prasetyowati), namun sejak Oktober 2024 tidak pernah dikembalikan.

“Alasannya, mobil itu dibawa Ikke Septianti untuk membantu membayar angsuran. Tapi kenyataannya, sejak November 2024 angsuran dibayar klien kami melalui anaknya. Lalu bantuan seperti apa yang dimaksud? Justru klien kami ditinggal begitu saja,” tandas Dodik.

Dodik Firmansyah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyelidik Polda Jawa Timur dan memastikan bahwa kliennya siap memberikan keterangan kapan pun dibutuhkan.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA