Inovasi Cerdas, UPT SD Inpres 6/86 Biru Tampilkan Kreativitas Murid dan Guru

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — UPT SD Inpres 6/86 Biru, yang terletak di Jl. Andi Malla, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, menunjukkan komitmen kuat dan semangat tinggi dalam mengikuti Lomba Inovasi Sekolah 2025.

Sekolah ini optimis bisa meraih peringkat 10 besar setelah menampilkan berbagai inovasi cerdas yang melibatkan murid, guru, dan kepala sekolah.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone pun telah mengunjungi sekolah ini pada Sabtu, 29 November 2025, untuk menilai berbagai hasil inovasi yang telah dipersiapkan.

Kepala UPT SD Inpres 6/86 Biru, Idris Badwi, S.Pd, mengungkapkan bahwa berbagai inovasi yang ditampilkan telah menunjukkan dedikasi dan kreativitas yang tinggi dari seluruh elemen sekolah. Inovasi-inovasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari teknologi hingga kearifan lokal yang diadaptasi dalam kegiatan pembelajaran.

Di antaranya adalah inovasi absensi berbasis digital menggunakan barcode, yang memudahkan proses pencatatan kehadiran murid dengan cara yang lebih efisien. Selain itu, terdapat inovasi dalam manajemen kepala sekolah berupa kelas AKM GTK Cerdas yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi asesmen kompetensi.

Baca Juga :  Pemda Bone Raih Penghargaan dari BKN Atas Kinerja Tercepat Penetapan NIP

Untuk inovasi pembelajaran, sekolah ini memperkenalkan Cinema Board, sebuah media pembelajaran yang menggabungkan teknologi visual dengan metode interaktif, serta Diorama Siklus Air, yang membantu murid memahami proses alam dengan cara yang lebih menarik.

Sementara itu, murid-murid di SD Inpres 6/86 Biru juga berinovasi dengan menciptakan Komandan (Kompos dan Daun-Daun) sebagai upaya untuk mengurangi sampah dan mendukung lingkungan, serta Mie dari Daun Bayam sebagai produk kreatif berbasis bahan alami yang sehat dan bergizi.

Idris Badwi menyatakan bahwa pihaknya sangat berharap agar inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini dan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bone.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar pendidikan di sekolah ini semakin baik dan dapat memberikan dampak positif bagi murid dan masyarakat sekitar,” ujar Idris Badwi dengan penuh semangat.

Ketua Tim Penilai Lomba Inovasi Sekolah, Hj. Rahma, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengelolaan sekolah dan manajemen kelembagaan pendidikan.

“Lomba ini bertujuan untuk memotivasi sekolah-sekolah dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan serta metode pembelajaran. Selain itu, kami berharap setiap inovasi yang ditampilkan dapat menjadi solusi untuk tantangan pendidikan yang dihadapi di masing-masing sekolah,” jelas Hj. Rahma.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Bone Kritik Dinas Pendidikan Soal Jam Mengajar Guru: “Jangan Malu-Malukan!”

Lomba Inovasi Sekolah 2025 diikuti oleh 27 sekolah perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bone. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat, 21 November hingga Sabtu, 29 November 2025, dengan penilaian yang dilakukan secara langsung di masing-masing sekolah yang berpartisipasi.

Lomba Inovasi Sekolah ini memberikan ruang bagi para pendidik dan siswa untuk berkreasi, menciptakan solusi inovatif dalam mengatasi berbagai permasalahan di dunia pendidikan. Dengan adanya berbagai inovasi seperti yang ditampilkan oleh UPT SD Inpres 6/86 Biru, diharapkan sekolah-sekolah lain dapat terinspirasi untuk terus berinovasi demi mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik.

Dengan dukungan penuh dari guru, murid, dan kepala sekolah, SD Inpres 6/86 Biru siap menghadapi tantangan pendidikan dan terus memberikan yang terbaik bagi masa depan murid-muridnya.

Lomba Inovasi Sekolah ini membuktikan bahwa dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang menuju kualitas yang lebih baik.

Penulis : Sugianto

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 150 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA