8 Bulan Tanpa Kepastian Hukum, Pelapor di Mojokerto Kecewa Laporannya Mangkrak

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 13:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO, TRISAKTINEWS.COM — Ebit Widiantoro menempuh perjalanan lebih dari dua jam dari Nganjuk menuju Polres Mojokerto. Harapannya sederhana: mendapatkan perlindungan hukum dan keadilan. Namun delapan bulan setelah laporannya diterima dengan nomor LPM/123/Satreskrim/IV/2025/SPKT/Polres Mojokerto, penyelesaian yang ia tunggu tak kunjung datang.

Kuasa hukum Ebit, Sukardi, menyampaikan bahwa kliennya melaporkan dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh sejumlah oknum debt collector dari MNC Finance. Namun laporan tersebut, menurutnya, tidak pernah ditindaklanjuti secara jelas oleh Satreskrim Polres Mojokerto.

“Laporan diterima, tetapi tidak diproses. Hingga hari ini tidak ada kepastian hukum. Tidak heran Wakapolri pernah menyampaikan bahwa masyarakat kini lebih memilih menghubungi Damkar ketimbang Polisi karena respons yang lebih cepat,” ujar Sukardi, Kamis (27/11/2025).

Sukardi mengungkapkan, SP2HP terakhir yang diterima kliennya tertanggal 21 Mei 2025. Setelah itu, tidak ada lagi informasi perkembangan perkara, padahal Perkap Nomor 12 Tahun 2009 mewajibkan penyidik memberikan SP2HP minimal satu kali setiap bulan, baik diminta maupun tidak.

Baca Juga :  Satlantas Bone Tindak Pengguna Plat Nomor Tak Sesuai Spektek Dalam Operasi Patuh Pallawa 2025

Dalam SP2HP yang diterima, penyidik telah meminta keterangan pelapor dan istrinya, Tri Iska Riana. Namun oknum debt collector dari PT Cakra Baymax Sistem, yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, belum diperiksa.

Di sisi lain, penyidik Briptu Bayu Agus Risdianto menyebut pihaknya sudah melayangkan panggilan kepada PT Cakra Baymax Sistem, tetapi pihak terlapor belum memenuhi panggilan. “Ini juga saling lapor. Terlapor juga melaporkan pelapor,” ujarnya.

Kuasa hukum lainnya, Dodik Firmansyah, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti prosedur sesuai aturan hukum yang berlaku.

Peristiwa yang dilaporkan Ebit terjadi pada 12 April 2025 di sekitar SPBU Mertex, Bypass Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, Ebit mengendarai Toyota Avanza nopol AE 1101 EV dari Nganjuk menuju Surabaya bersama keluarganya.

Di tengah perjalanan, ia merasa diikuti tiga mobil tak dikenal. Merasa terancam, ia berhenti di SPBU Mertex. Sekitar sepuluh orang turun dari mobil-mobil tersebut dan mendekatinya sambil menunjukkan selembar kertas. Mereka mengaku sebagai debt collector.

Baca Juga :  Mewajahi dan Menjiwai HMI: Sebuah Refleksi Menyongsong Satu Abad HMI

Karena takut, Ebit dan keluarganya tetap berada di dalam mobil. Namun kelompok tersebut membentak-bentak dan memaksa Ebit keluar dari kendaraan. Istri Ebit disebut mengalami trauma akibat insiden itu.

Ketika mencoba kembali melanjutkan perjalanan, ia masih dikejar hingga Pos Lantas Mertex. Di lokasi ini, cekcok kembali terjadi. Salah satu dari mereka sempat membuka kap mobil tanpa izin, sementara yang lain merebut ponsel Ebit dan menghapus rekaman videonya.

Petugas Satlantas yang berada di pos tersebut kemudian membawa kedua belah pihak ke Satreskrim Polres Mojokerto untuk mediasi. Namun mediasi tidak mencapai kesepakatan, sehingga Ebit melanjutkan pembuatan laporan resmi di SPKT.

Hingga kini, laporan tersebut belum menunjukkan progres signifikan, dan pihak pelapor menuntut adanya transparansi serta kepastian penanganan kasus dari Polres Mojokerto.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Ketum PPWI Tanggapi Tingkah Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Blokir Whatsaapp Wartawan
Diduga Bungkam Media, Profesionalisme Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dipertanyakan
Jeritan Nelayan Onepute: Limbah Nikel Cemari Sungai Laa, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis”
Mentan Andi Amran Sulaiman Jadi Narasumber Rakernas XVII APKASI, Tekankan Hilirisasi Pertanian dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi
Pastikan Warga Nyaman, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Cek Langsung Layanan Publik
Wakil Bupati Bone Hadiri Rakernas XVII APKASI di Batam, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah
67 Personel Brimob Polda Sulsel Jalani Misi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
DPC PJI Bojonegoro Matangkan Program Kerja 2026 Melalui Rapat Kerja di Kedungadem

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:38 WITA

Ketum PPWI Tanggapi Tingkah Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Blokir Whatsaapp Wartawan

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:04 WITA

Diduga Bungkam Media, Profesionalisme Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dipertanyakan

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:32 WITA

Jeritan Nelayan Onepute: Limbah Nikel Cemari Sungai Laa, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis”

Senin, 19 Januari 2026 - 21:38 WITA

Mentan Andi Amran Sulaiman Jadi Narasumber Rakernas XVII APKASI, Tekankan Hilirisasi Pertanian dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi

Senin, 19 Januari 2026 - 16:00 WITA

Pastikan Warga Nyaman, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Cek Langsung Layanan Publik

Berita Terbaru