Aliansi Madura Indonesia Akan Gelar Aksi Besar Tiga Hari Desak Copot Pimpinan Lapas Probolinggo Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 21:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) kembali akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk keprihatinan dan sikap tegas terhadap maraknya peredaran narkoba yang diduga terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Probolinggo.

Aksi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 27–29 Oktober 2025, bertempat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jawa Timur, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Dalam surat aksi yang diterima redaksi, DPP Aliansi Madura Indonesia menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Jawa Timur, yakni:

Mencopot dan memecat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II-B Probolinggo.

Mencopot dan memecat Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II-B Probolinggo.
Mencopot dan memecat Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Kelas II-B Probolinggo.

Ketua Umum DPP Aliansi Madura Indonesia, Baihaqi Akbar, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar aksi reaktif, melainkan bagian dari komitmen moral untuk menjaga marwah lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan tempat subur bagi kejahatan narkotika.

Baca Juga :  Lakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih, KPU Luwu Utara Gandeng Mahasiswa

“Kami menilai ada pembiaran sistemik yang mengancam integritas institusi pemasyarakatan. Jika aparat di dalamnya tidak segera dibersihkan, maka upaya pemberantasan narkoba hanya akan jadi slogan tanpa makna,” ujar Baihaqi Akbar dalam keterangannya di Surabaya.

Lebih lanjut, Baihaqi Akbar menyerukan agar Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur segera mengambil langkah nyata untuk meningkatkan integritas, efektivitas, dan pengawasan internal di seluruh jajaran lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, kasus-kasus penyalahgunaan narkoba di dalam lapas sudah sering terjadi dan mencoreng citra Kementerian Hukum dan HAM. Oleh sebab itu, diperlukan reformasi menyeluruh agar fungsi pembinaan benar-benar berjalan sesuai tujuan hukum dan kemanusiaan.

“Aliansi Madura Indonesia hadir bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk memperjuangkan penegakan hukum yang bersih. Kami akan terus mengawal dan menyoroti setiap indikasi penyimpangan di lingkungan lapas,” tambahnya.

Baca Juga :  Rawan Ditunggangi Kericuhan, AMI Minta Aksi Demo 3 September di Surabaya Ditunda

Dalam pelaksanaannya, AMI menegaskan bahwa aksi akan berjalan damai, tertib, dan sesuai koridor hukum, dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat. Namun, mereka juga menegaskan bahwa jika tuntutan ini tidak segera ditindaklanjuti, maka AMI siap melakukan langkah lanjutan yang lebih luas dan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.

“Kami ingin Ditjen PAS Jatim tidak menutup mata. Sudah saatnya ada ketegasan agar lembaga pemasyarakatan benar-benar bersih dari jaringan narkoba dan oknum tak bertanggung jawab,” tegas Baihaqi.

Aksi yang digagas oleh Aliansi Madura Indonesia ini menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia agar tidak main-main dengan urusan narkoba. Publik berharap agar tuntutan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.

Penulis : Redho

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA