KKG Gugus 3 Lappariaja Gelar Pengimbasan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 12:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kecamatan Lappariaja yang terdiri dari lima sekolah dasar menggelar kegiatan Pengimbasan tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan 40 orang pendidik, 5 kepala UPT, pengawas, serta Ketua K3S.

Lima sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 ini antara lain UPT SD Inpres 12/79 Pattukulimpowe, UPT SD Inpres 3/77 Ujung Lamuru, UPT SDN 159 Patangkai, UPT SDN 158 Pattukulimpowe, dan UPT SDN 152 Patangkai.

Acara dibuka secara resmi oleh Pengawas Kabupaten Bone, H. Andi Baso BK, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum KKG sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi antar guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga :  Festival Tunas Bahasa Ibu Digelar di Patimpeng, Dorong Pelajar Lestarikan Bahasa Daerah

“Melalui forum ini, kita berharap para guru dapat meningkatkan kompetensi profesionalnya. Dengan begitu, secara bersama-sama kita bisa berkontribusi dalam memajukan mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan pengimbasan Deep Learning ini difokuskan pada penerapan pembelajaran yang lebih bermakna, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Guru-guru peserta kegiatan juga diajak untuk mendiskusikan praktik baik, metode inovatif, serta strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-80 RI, Gugus I dan KKG Tenete Riattang Meriahkan Lomba Senam Indonesia Hebat

Salah seorang guru peserta, Hj.Suarni, S.Pd., selaku Ketua K3S Kecamatan Lappariaja, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

“Semoga melalui kegiatan ini para guru dapat terbantu dengan materi pengimbasan ini. Banyak ide dan metode baru yang bisa diterapkan di kelas agar siswa lebih aktif dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan,” ungkapnya.

Suasana kegiatan berjalan penuh semangat, ditandai dengan antusiasme para peserta dalam berdiskusi dan bertukar pengalaman. Para pendidik berharap agar program serupa dapat terus berlanjut sehingga menjadi wadah penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Penulis : Iwan

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA