Mahasiswa Farmasi Universitas Almarisah Madani Integrasikan Edukasi Kesehatan dan TOGA dalam KKN Kebangsaan 2025

- Jurnalis

Minggu, 27 Juli 2025 - 02:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAROS, TRISAKTINEWS.COM — Di tengah lanskap megah karst Desa Botolempangan, Maros, Yerlin, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Almarisah Madani, menghadirkan program inovatif bertajuk Apotek Hidup Sehat dalam pelaksanaan KKN Kebangsaan XIII Tahun 2025.

Program ini memadukan pelestarian tanaman obat keluarga (TOGA) dengan edukasi kesehatan masyarakat. Berlangsung di kawasan wisata alam Istana Karst, Yerlin menginisiasi pemanfaatan lahan desa dan area wisata menjadi ruang produktif yang bukan hanya estetis, tetapi juga edukatif dan fungsional secara medis.

Edukasi Kesehatan Berbasis Lingkungan

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi manfaat tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, daun sirih, dan sambiloto. Dengan melibatkan warga dalam penanaman TOGA di lingkungan rumah dan titik-titik wisata, Yerlin berharap tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan dari alam sekitar.

“Tanaman ini bukan hanya penghias pekarangan. Mereka adalah apotek alami yang diwariskan nenek moyang, dan bisa menjadi solusi kesehatan keluarga jika kita kelola dengan benar,” ungkap Yerlin saat berdiskusi dengan warga Dusun Tangaparang.

Baca Juga :  Wabup Bone Kunjungi Kemenpar, Dorong Bone Jadi Destinasi Wisata Strategis

Tak hanya itu, Yerlin juga menyampaikan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar), melalui simulasi dan leaflet edukatif. Warga diajak memahami cara penggunaan obat secara bijak, mulai dari membaca etiket hingga tata cara membuang obat kedaluwarsa.

Sinergi Edukasi, Wisata, dan Pengabdian

Salah satu daya tarik program Apotek Hidup Sehat adalah sinerginya dengan potensi wisata lokal. Istana Karst kini memiliki taman obat edukatif, menjadikan destinasi ini tak sekadar tempat wisata alam, tapi juga sarana pembelajaran kesehatan alami bagi pengunjung, termasuk anak-anak sekolah.

Kepala Dusun Mengemba mengapresiasi inisiatif ini, dan warga mulai membentuk kelompok perawat TOGA yang akan merawat tanaman sekaligus menjadi pemandu edukatif bagi wisatawan.

KKN Bukan Sekadar Formalitas

Apa yang dilakukan Yerlin menunjukkan bagaimana mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu, kepekaan sosial, dan inovasi dalam bentuk nyata. Program ini tidak hanya menjawab isu kesehatan, tapi juga memberdayakan potensi lokal yang selama ini terabaikan.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Bulukumba, Siswa dan Pegawai Berpakaian Hitam

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan sarana pembelajaran kontekstual dan pengabdian langsung kepada masyarakat.

Tentang KKN Kebangsaan XIII 2025

KKN Kebangsaan merupakan program kolaboratif lintas perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, Universitas Hasanuddin bertindak sebagai tuan rumah, dengan Desa Botolempangan, Kabupaten Maros, menjadi salah satu lokasi strategis. Kegiatan ini bertujuan membangun sinergi antar mahasiswa se-Indonesia untuk berkontribusi terhadap pembangunan berbasis potensi lokal.

Dengan dedikasi seperti yang dilakukan Yerlin, KKN Kebangsaan 2025 bukan hanya menjadi program pengabdian, tetapi juga ruang transformasi nyata antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. (*/iwantrn)

Berita Terkait

Ketum PPWI Tanggapi Tingkah Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Blokir Whatsaapp Wartawan
Diduga Bungkam Media, Profesionalisme Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dipertanyakan
Jeritan Nelayan Onepute: Limbah Nikel Cemari Sungai Laa, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis”
Mentan Andi Amran Sulaiman Jadi Narasumber Rakernas XVII APKASI, Tekankan Hilirisasi Pertanian dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi
Pastikan Warga Nyaman, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Cek Langsung Layanan Publik
Wakil Bupati Bone Hadiri Rakernas XVII APKASI di Batam, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah
67 Personel Brimob Polda Sulsel Jalani Misi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
DPC PJI Bojonegoro Matangkan Program Kerja 2026 Melalui Rapat Kerja di Kedungadem

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:38 WITA

Ketum PPWI Tanggapi Tingkah Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Blokir Whatsaapp Wartawan

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:04 WITA

Diduga Bungkam Media, Profesionalisme Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dipertanyakan

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:32 WITA

Jeritan Nelayan Onepute: Limbah Nikel Cemari Sungai Laa, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis”

Senin, 19 Januari 2026 - 21:38 WITA

Mentan Andi Amran Sulaiman Jadi Narasumber Rakernas XVII APKASI, Tekankan Hilirisasi Pertanian dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi

Senin, 19 Januari 2026 - 16:00 WITA

Pastikan Warga Nyaman, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Cek Langsung Layanan Publik

Berita Terbaru