RSUD Andi Djemma Masamba Alami Gangguan Sistem, Direktur Klarifikasi dan Janjikan Evaluasi Layanan

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU UTARA, TRISAKTINEWS.COM – Direktur RSUD Andi Djemma Masamba, dr. Riswan Idris, angkat bicara terkait terganggunya layanan rumah sakit pada Rabu (7/5/2025), yang disebabkan oleh sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang tiba-tiba mengalami gangguan teknis.

Dalam pernyataan resminya, dr. Riswan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasien dan masyarakat. Ia menyebut gangguan ini tidak terduga karena sistem sebelumnya berjalan lancar.

“Untuk hari ini, server tidak seperti biasanya. SIMRS tiba-tiba down dan ini tidak bisa kita prediksi, sehingga pelayanan pasien sempat terhambat. Hari-hari sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini,” ujar dr. Riswan melalui pesan WhatsApp.

Gangguan ini mempengaruhi seluruh layanan yang terintegrasi dengan SIMRS, termasuk proses pendaftaran pasien. Saat ini, tim IT RSUD tengah melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan sistem.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak rumah sakit memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan peningkatan sistem pelayanan ke depan.

“Insya Allah, perbaikan-perbaikan akan kami lakukan, dan semua masukan dari masyarakat akan kami tindak lanjuti serta evaluasi,” tambah dr. Riswan.

Pihak RSUD Andi Djemma Masamba menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki mutu pelayanan demi kenyamanan dan kepuasan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya bahwa pelayanan di RSUD Andi Djemma Masamba kembali mencuat di media sosial. Seorang warga bernama Sukarmin Min menyampaikan kekecewaannya melalui akun Facebook pribadi, menyebut bahwa sistem antrian umum di rumah sakit tersebut sangat tidak becus.

Baca Juga :  Pimpin Apel di Dishub, Wabup Bone Tekankan Disiplin Sebagai Fondasi Pelayanan Publik

“Tidak ada gunanya ambil nomor antrian sebab sejak pukul 08.00 WITA sampai pukul 13.00 WITA masih menunggu nomor antrian untuk dipanggil,” tulis Sukarmin dalam unggahannya yang mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat lainnya, Rabu (07/05/2025).

Unggahan tersebut menuai respons beragam dari warganet, sebagian besar mengungkapkan pengalaman serupa dan berharap pihak rumah sakit segera melakukan evaluasi terhadap sistem layanan antrian yang dinilai tidak efisien.(*/kaisar)

Berita Terkait

Dua Desa di Bone Masuk Nominasi Kampung Nelayan Merah Putih, Berpeluang Dapat Anggaran Hingga Rp24 Miliar
Kapolda Sulsel Pimpin Apel Pemberangkatan Operasi Amole 2026, Puluhan Personel Brimob Siap Tugas ke Papua Tengah
Wabup Bone Hadiri Paripurna HUT Wajo ke-627, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan Antar Daerah
Wabup Bone Pimpin HLM TP2DD, Bahas Evaluasi dan Proyeksi Peningkatan PAD
BINUS University dan IAI Rawa Aopa Teken LoI, Perkuat Kolaborasi Riset dan Transfer Teknologi
Momen Haru di Bone, Kapolda Sulsel Cium Tangan Nenek Penerima Bantuan Bedah Rumah
KJJT Tunjuk Noor Arief Prasetyo sebagai Plt Ketua Umum Usai Wafatnya Slamet Maulana
Peringati HBP ke-62, Lapas Bulukumba Gelar Penggeledahan Gabungan Bersama TNI-Polri

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 13:38 WITA

Dua Desa di Bone Masuk Nominasi Kampung Nelayan Merah Putih, Berpeluang Dapat Anggaran Hingga Rp24 Miliar

Jumat, 10 April 2026 - 13:35 WITA

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Pemberangkatan Operasi Amole 2026, Puluhan Personel Brimob Siap Tugas ke Papua Tengah

Kamis, 9 April 2026 - 18:45 WITA

Wabup Bone Hadiri Paripurna HUT Wajo ke-627, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan Antar Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 13:11 WITA

Wabup Bone Pimpin HLM TP2DD, Bahas Evaluasi dan Proyeksi Peningkatan PAD

Rabu, 8 April 2026 - 13:08 WITA

BINUS University dan IAI Rawa Aopa Teken LoI, Perkuat Kolaborasi Riset dan Transfer Teknologi

Berita Terbaru