Narasi Provokatif di Media Sosial Picu Keresahan, MADAS Sedarah Siapkan Langkah Hukum

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 21:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Pernyataan bernuansa SARA kembali mencoreng ruang digital Surabaya. Sebuah video yang diunggah akun Instagram @viralforjustice menuai kritik tajam setelah narasinya dinilai secara jelas menyudutkan dan mendiskreditkan masyarakat Madura, seolah-olah keberadaan orang Madura menjadi ancaman bagi kelompok etnis tertentu di Surabaya.

Video tersebut memicu kegelisahan publik dan dianggap berpotensi memecah belah masyarakat. Narasi yang dibangun akun tersebut dinilai tidak hanya provokatif, tetapi juga melanggar prinsip keberagaman dan toleransi yang selama ini menjadi fondasi kuat Kota Surabaya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum MADAS Sedarah, Bung Taufik, menyampaikan kecaman keras atas tindakan yang dinilainya sangat meresahkan dan tidak dapat ditoleransi.

“Kami mengutuk keras konten akun @viralforjustice yang secara tidak langsung menyudutkan orang-orang Madura. Ini bukan sekadar provokasi biasa, tetapi upaya sistematis membangun permusuhan antar-etnis. Surabaya bukan milik satu golongan; kami tidak akan diam melihat masyarakat Madura diperlakukan seolah-olah sebagai musuh,” tegas Bung Taufik.

Baca Juga :  Bupati Bone Pimpin Apel Pagi Pasca Idul Fitri, Ingatkan Kedisiplinan ASN

Sebagai aktivis, akademisi, dan tokoh hukum, Bung Taufik menilai tindakan tersebut merupakan bentuk komunikasi publik yang sangat tidak bertanggung jawab dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas.

“Ini era keterbukaan informasi, bukan era memproduksi narasi upaya adu domba. Masyarakat Surabaya sudah dewasa dalam berkehidupan sosial. Tapi konten seperti ini bisa menjadi pemicu gesekan horizontal, dan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Bung Taufik menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah hukum, termasuk melaporkan akun tersebut kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pendalaman, penyelidikan, serta klarifikasi motivasi di balik pembuatan video yang memuat unsur provokatif dan diduga mengandung SARA.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera bertindak. Ruang digital tidak boleh menjadi arena penyebaran kebencian terhadap kelompok mana pun, termasuk terhadap masyarakat Madura,” tambahnya.

Baca Juga :  Representasi Milenial, Mas Slamet Maju Pilkades Sawohan Siap Bawa Perubahan Inovatif untuk Desa Sawohan

Menurutnya, Surabaya adalah kota yang dibangun oleh keringat banyak suku dan golongan Madura, Jawa, Arab, Tionghoa, dan berbagai kelompok lainnya. Karena itu, segala bentuk narasi yang mencoba menggiring opini publik bahwa kota ini hanya milik satu etnis tertentu harus ditolak dan dilawan.

Bung Taufik juga mengajak para aktivis, akademisi, dan elemen masyarakat hukum untuk bersuara lantang menjaga stabilitas sosial Surabaya dari konten-konten yang merusak kohesi sosial.

“Kita harus menguatkan literasi digital dan memastikan ruang publik tetap sehat. Jangan biarkan ada pihak yang bermain narasi identitas untuk kepentingan tertentu. MADAS Sedarah siap berada di garda depan untuk menjaga martabat masyarakat Madura, sekaligus menjaga harmoni di Surabaya,” pungkasnya.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Soal Dugaan Penganiayaan Staf DPRD Bone, Wasekum KOHATI PB HMI Desak Polisi dan BK Tindak Ketua DPRD Bone
HMI Bone Kecam Dugaan Penganiayaan Staf, BK DPRD Bone Diminta Bertindak Tanpa Tebang Pilih
SEMMI Minta BK Bertindak Tegas Atas Dugaan Perlakuan Tak Pantas Ketua DPRD Bone
Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kemenkes RI, Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf di Kantor, Korban Mengaku Dilempari Hingga Disiram Air
HIMATER UNIM Bone dan HIMAPTEK UMSI Gelar Abdi Desa, Ajarkan Ini Untuk Masyarakat Padatuo
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Satbrimob Sulsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Cup XI
Mahasiswa KKN Unhas Luncurkan “Bulucenrana Smart Village Center”, Dorong Transformasi Desa Berbasis Digital
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:30 WITA

Soal Dugaan Penganiayaan Staf DPRD Bone, Wasekum KOHATI PB HMI Desak Polisi dan BK Tindak Ketua DPRD Bone

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:23 WITA

HMI Bone Kecam Dugaan Penganiayaan Staf, BK DPRD Bone Diminta Bertindak Tanpa Tebang Pilih

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:27 WITA

SEMMI Minta BK Bertindak Tegas Atas Dugaan Perlakuan Tak Pantas Ketua DPRD Bone

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:21 WITA

Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kemenkes RI, Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:14 WITA

Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf di Kantor, Korban Mengaku Dilempari Hingga Disiram Air

Berita Terbaru