Kasus Perselingkuhan Digital Meningkat, Ustadz Ruman Ingatkan Pentingnya Harmoni Orangtua Bagi Mental Anak

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Kasus perselingkuhan digital, hubungan gelap lewat media sosial, hingga keluarga yang dingin tanpa komunikasi semakin marak di masyarakat. Banyak orang berkeluarga tetapi lupa bagaimana caranya menjadi pasangan yang tersisa hanya status.

Ketika ayah dan bunda saling menjauh, anak menjadi pribadi yang paling terluka.
Namun luka itu sering tak terdengar, hanya tampak dari perubahan sikap dan emosinya.

Menurut Ustadz Ruman Nasruddin, M.Pd.I Pembicara Parenting Islami & Konsultan Pembinaan Keluarga Harmonis kepada awak media akar keretakan keluarga modern adalah hilangnya kedekatan spiritual, emosional, dan komunikasi dalam rumah.

“Mendidik anak harus dimulai dari mendidik hubungan ayah dan bunda terlebih dahulu.”ujarnya

Berikut 5 alasan utama kenapa harmoni orangtua merupakan pilar pendidikan anak baik secara psikologis maupun spiritual:

  • Anak Menyerap Energi Rumah Lebih Kuat dari Nasihat

Anak adalah makhluk dengan sensitivitas emosi sangat tinggi. Mereka membaca raut wajah orangtuanya setiap hari.

Rumah yang penuh cinta – membangun mental anak yang percaya dunia ini baik
Rumah yang penuh konflik – menanamkan rasa takut tanpa kata-kata

Inilah sebab utama anak mudah stres meski orangtua mengira “Ah, mereka belum paham”.

  • Rumah yang Harmonis Mencegah Anak Mengalami Luka Batin
Baca Juga :  PGRI Kecamatan Libureng Gelar Rapat Koordinasi dan Buka Puasa Bersama di Camming

Setiap pertengkaran orangtua adalah trauma kecil bagi anak.

Dampaknya bisa berupa:
– Mudah marah
– Sensitif
– Sulit fokus sekolah
– Menjadi pembangkang atau justru penakut
Ketenangan emosional adalah hak dasar seorang anak.

  • Contoh Cinta Ayah-Bunda Menjadi Blueprint Cinta Anak di Masa Depan

Anak belajar mengasihi dari apa yang ia lihat di rumah, bukan dari apa yang dia dengar di sekolah.

Jika orangtua saling mengkhianati atau saling merendahkan, maka anak akan menganggap itu adalah cinta yang wajar.

Sebaliknya, ketika ayah dan bunda saling menghormati:

Anak akan tumbuh dengan standar cinta yang terhormat pula.

  • Pendidikan Lebih Mudah Saat Orangtua Bersatu

Jika hubungan orangtua renggang, anak sering menjadikan salah satu pihak sebagai pelarian untuk menghindari tanggung jawab.

Tetapi saat ayah-bunda kompak:
– Arahan diterima lebih mudah
– Anak mau terbuka
– Aturan berjalan dengan rasa aman, bukan ketakutan
Inilah yang disebut lingkungan pendidikan yang kondusif.

  • Anak Merasa Dicintai Secara Utuh dan Layak Bahagia
Baca Juga :  One Day Trail Adventure Meriahkan HUT Bhayangkara ke-79, Karemuddin: Dorong Pariwisata dan UMKM Luwu Utara

Pengalaman masa kecil menjadi rekaman permanen dalam memori anak.

Jika yang terekam adalah:
– Pelukan
– Senyuman
– Saling membantu

Maka tumbuh keyakinan besar : “Aku berharga, aku lahir dari cinta yang saling menguatkan.”

Inilah pondasi kesehatan mental yang tak bisa dibeli.

Perselingkuhan Bukan Sekadar Dosa: Ia Menghancurkan Generasi

Pengkhianatan dalam rumah bukan hanya melukai pasangan, tetapi menghilangkan tokoh panutan bagi anak.

Dari banyak kasus keluarga yang bermasalah, anak cenderung:

  • Sulit percaya pada orang
  • Takut menikah
  • Mengulangi pola yang sama

Karena itu, Ustadz Ruman menawarkan pendekatan Spiritual Parenting sebagai terapi keluarga:

  • Menguatkan iman & kecintaan pada Allah
  • Memperbaiki komunikasi suami-istri
  • Menghadirkan kembali kehangatan dalam rumah

Menyembuhkan luka hati ayah dan bunda “Ketika cinta kembali kepada Allah, cinta itu lebih mudah kembali pada pasangan dan anak.”

Kesimpulan Utama

  • Harmoni orangtua adalah kurikulum utama pendidikan anak.
  • Ini lebih penting dari fasilitas sekolah atau prestasi akademik
  • Keluarga yang kuat melahirkan generasi yang kuat

Jaga cinta ayah dan bunda – maka masa depan anak ikut terjaga.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone
Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:15 WITA

Peredaran Sabu di Kajuara Terbongkar, 9 Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Bone

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Berita Terbaru