Kasus Pengeroyokan Anggota BRN Tak Kunjung Tuntas, Karangan Bunga Siap Dikirim ke Polres Pasuruan

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, TRISAKTINEWS.COM — Pelapor kasus dugaan pengeroyokan, Yosia Calvin Pangalela, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan yang dinilai lamban dalam menangani perkara yang dilaporkannya. Hingga lebih dari satu bulan sejak laporan dibuat, penyidik belum menetapkan satu pun tersangka.

Yosia Calvin Pangalela, yang tercatat sebagai Ketua Buser Rentcar Nasional (BRN) Jawa Timur, melalui salah satu kuasa hukumnya Dodik Firmansyah, menyampaikan bahwa laporan dugaan pengeroyokan tersebut telah resmi terdaftar di Polres Pasuruan dengan nomor LP/B/103/XII/2025/SPKT/Polres Pasuruan/Polda Jawa Timur, tertanggal 24 Desember 2025.

Namun hingga akhir Januari 2026, kata Dodik, belum ada penetapan tersangka meskipun pihak pelapor telah menyerahkan sejumlah alat bukti, termasuk rekaman video pengeroyokan dan bukti pendukung lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap Satreskrim Polres Pasuruan segera menuntaskan perkara ini demi tegaknya keadilan bagi para korban. Korbannya tidak hanya satu orang, melainkan beberapa anggota BRN, bahkan sejumlah kendaraan juga mengalami kerusakan,” tegas Dodik Firmansyah saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan tegas, tanpa pandang bulu, meskipun para terduga pelaku disebut-sebut berasal dari oknum organisasi masyarakat (Ormas) Sakera.

Dodik juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi terakhir yang diterima kliennya saat mendatangi Satreskrim Polres Pasuruan pada 30 Desember 2025, perkara tersebut telah dinaikkan ke tahap penyidikan dan direncanakan akan dilakukan gelar perkara. Namun hingga kini, gelar perkara tersebut belum terlaksana.

Baca Juga :  Bupati Ratnawati Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka Sinjai Tahun 2025

“Faktanya, para terlapor yakni Komarudin dan kawan-kawan masih bebas. Kami khawatir apabila tidak segera ditetapkan sebagai tersangka, mereka dapat melarikan diri,” ujarnya.

Sebagai bentuk kekecewaan, Dodik menyebut Buser Rentcar Nasional (BRN) yang memiliki sekitar 2.000 anggota pengusaha rental mobil berencana mengirim karangan bunga ke Polres Pasuruan sebagai simbol protes atas lambannya penanganan perkara. Pengiriman tersebut direncanakan pada pekan depan.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono meminta agar wartawan berkoordinasi langsung dengan Kasat Reskrim Polres Pasuruan untuk memperoleh informasi teknis terkait perkembangan kasus.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah menyatakan bahwa laporan atas nama Yosia Calvin Pangalela tetap diproses. Namun untuk informasi detail mengenai penetapan tersangka, pihaknya mengarahkan agar menghubungi Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Dava Saffa Sava Pradana, mengatakan bahwa perkara tersebut masih berada dalam tahap penyidikan.

“Perkara masih dalam proses sidik. Selanjutnya akan kami gelarkan untuk penetapan tersangka sesuai hasil lidik dan sidik,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga :  FORHATI Luwu Dukung UMKM Lokal melalui Sosialisasi KUR

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 WIB, di Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa bermula saat Yosia Calvin Pangalela bersama sejumlah anggota BRN berupaya mengambil satu unit Toyota Innova Reborn milik anggota BRN, H Faisol, yang disewa oleh Kiki, warga Rungkut, Surabaya, sejak 16 Desember 2025.

Setelah masa sewa berakhir, kendaraan tidak dikembalikan. Pelacakan melalui GPS menunjukkan mobil berada di wilayah Pasuruan. Saat ditemukan, kendaraan tersebut diketahui telah berganti pelat nomor dan stiker BRN ditutupi.

Mobil kemudian dihentikan di tepi jalan Dusun Babatan dan diketahui dikemudikan oleh Ali Ahmad seorang diri. Saat diminta keluar, Ali Ahmad justru meminta bantuan dan membuang kunci mobil ke area persawahan. Tak lama kemudian, sejumlah massa yang diduga berasal dari oknum Ormas Sakera datang dan melakukan pengeroyokan terhadap anggota BRN serta merusak kendaraan milik korban.

Akibat kejadian tersebut, beberapa anggota BRN mengalami luka-luka. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Pasuruan dan kini ditangani oleh Satreskrim Polres Pasuruan dengan terlapor Komarudin dan kawan-kawan.

Penulis : Redho

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Peringati HJB ke-696, Wabup Bone Ziarahi Makam Raja-Raja di Sidrap, Pinrang, dan Pangkep
Advokat Rikha Permatasari Kritik Polres Mojokerto, Soroti Dugaan Kriminalisasi Wartawan Amir
Ribuan Alumni SMAN 9 Bone Hadiri Reuni Akbar, Pererat Silaturahmi dan Kenangan
Hakim Diduga Tertidur Saat Persidangan, AMI Soroti Integritas Peradilan
IKA Unhas Bersama AAS Foundation Salurkan 587 Paket Bantuan di Ponre dan Tonra
IKA Unhas Gelar Bakti Sosial di Bone, Salurkan 812 Paket Sembako untuk Marbot dan Warga
DPRD Luwu Utara Buka Puasa Bersama dan Berbagi Santunan Ke Anak Yatim.
Kuis Ramadan SPANSA Telkomsel, Cara Kreatif SMPN 1 Watampone Menguji Pemahaman Amaliah Ramadan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:52 WITA

Peringati HJB ke-696, Wabup Bone Ziarahi Makam Raja-Raja di Sidrap, Pinrang, dan Pangkep

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:49 WITA

Advokat Rikha Permatasari Kritik Polres Mojokerto, Soroti Dugaan Kriminalisasi Wartawan Amir

Senin, 23 Maret 2026 - 20:01 WITA

Ribuan Alumni SMAN 9 Bone Hadiri Reuni Akbar, Pererat Silaturahmi dan Kenangan

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:48 WITA

Hakim Diduga Tertidur Saat Persidangan, AMI Soroti Integritas Peradilan

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:44 WITA

IKA Unhas Bersama AAS Foundation Salurkan 587 Paket Bantuan di Ponre dan Tonra

Berita Terbaru