Eksekusi Rumah di Pakuwon City Surabaya Diwarnai Kontroversi, Kuasa Hukum Sebut Ada Cacat Hukum

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 19:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, TRISAKTINEWS.COM — Juru sita Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melaksanakan eksekusi rumah di kawasan Jalan Laguna Selatan, Pakuwon City, Kamis (11/9).

Namun, pelaksanaan eksekusi ini menuai penolakan dari pihak kuasa hukum Geovani, yang mana kliennya adalah pihak yang sejak 2013 menguasai dan menempati objek sengketa.

Tim Kuasa hukum Geovani, M. Imron salim, S.H., M.H. Deny pratika S.H., M.H. Sukarno S.H., M.H. menyebut eksekusi tersebut didasarkan pada putusan nomor 1050, yang menurutnya cacat hukum. Sebab, kliennya tidak pernah dilibatkan sebagai pihak yang sah menguasai lahan berdasarkan Keputusan 791/Pdt.G/2017/PN sby

“Kami sudah mengajukan kepada Ka PN sby serta Panitera PN sby permohonan penghentian atau penundaan eksekusi pada Senin (8/9). Selain itu, kami juga sudah mendaftarkan gugatan perlawanan eksekusi pada 3 September dg nomor perkara 1010/Pdt.Bth/2025/PN sby. Namun, permohonan itu diabaikan oleh pengadilan. Kami sangat menyayangkan kenapa eksekusi tetap dijalankan meski proses hukum lain masih berlangsung,” tegas Imron.

Baca Juga :  Gowes Bareng Sat Brimob Sulsel: Jaga Kesehatan, Pererat Silaturahmi, dan Tebar Dzikir di Setiap Kayuhan

Ia menilai eksekusi ini tidak hanya mengabaikan fakta hukum, tetapi juga mengesampingkan asas keadilan. “Kami akan menempuh jalur hukum maksimal, baik pidana maupun perdata, agar klien kami mendapat keadilan,” ujarnya

“Proses eksekusi dianggap melanggar rasa keadilan dan perikemanusiaan dikarenakan orang tua dari penghuni dalam kondisi sakit lumpuh”, imbuhnya

Sementara itu, Geovani sebagai pihak yang digusur mengaku kecewa berat dengan pelaksanaan eksekusi. Ia menilai hak-haknya diabaikan, sementara aparat justru bertindak represif.

Baca Juga :  Hakim Diduga Tertidur Saat Persidangan, AMI Soroti Integritas Peradilan

“Ini rumah kami, hak kami, belum dibayar. Tapi kami diperlakukan seperti penjahat, sampai saya dipegang-pegang aparat. Katanya aparat hanya mengamankan, tapi kenyataannya mereka mendorong dan membatasi kami. Saya bukan menentang aparat, tapi eksekusi ini dipaksakan dan sarat ketidakadilan,” ucap Geovani dengan nada kecewa.

Geovani pun menegaskan bahwa pihaknya akan menyerahkan langkah hukum lanjutan kepada kuasa hukumnya. Ia juga menantang pihak lawan, Ong hengky, untuk berani menghadapi perlawanan secara fair.

“Saya tidak takut, bahkan sampai mati pun tidak takut. Tapi jangan bersembunyi di balik aparat dan pengadilan. Majulah dengan benar,” pungkasnya.

Penulis : Redho

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kapolres Bulukumba Soroti Hoaks dan AI Jelang Pemilu, Ada Apa? Bawaslu Datang Bawa Agenda Ini
Wabup Bone Hadiri Rakor Bioethanol Kementan, Siap Petakan Potensi Lahan Tebu, Jagung dan Ubi Kayu
DR. H. A. Abbas Yunus, S.H., M.H., M.Si Hibahkan Gedung Sekretariat Permanen Untuk HMI Komisariat Hukum Uniasman, Jadi Rumah Perjuangan dan Kaderisasi
Drama Penalti di Stadion BJ Habibie, Bone Beramal FC Tembus Final Piala Gubernur Sulsel 2026
KTM Cup IX 2026 Dibuka, Andi Akmal Dorong Lapangan Leppangeng Naik Standar
Dihadiri Wabup Bone, 124 Peserta Tasyakuran Dirosa Angkatan II Didorong Terus Belajar Al-Qur’an
Tiga Pria Diamankan Polisi di Bone, Diduga Usai Konsumsi Sabu, Anak Anggota DPRD Ikut Diperiksa
Bupati Bone Buka MPLS Sekolah Rakyat, Tekankan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:36 WITA

Kapolres Bulukumba Soroti Hoaks dan AI Jelang Pemilu, Ada Apa? Bawaslu Datang Bawa Agenda Ini

Senin, 21 September 2026 - 13:16 WITA

Wabup Bone Hadiri Rakor Bioethanol Kementan, Siap Petakan Potensi Lahan Tebu, Jagung dan Ubi Kayu

Senin, 21 September 2026 - 12:11 WITA

DR. H. A. Abbas Yunus, S.H., M.H., M.Si Hibahkan Gedung Sekretariat Permanen Untuk HMI Komisariat Hukum Uniasman, Jadi Rumah Perjuangan dan Kaderisasi

Minggu, 20 September 2026 - 22:51 WITA

Drama Penalti di Stadion BJ Habibie, Bone Beramal FC Tembus Final Piala Gubernur Sulsel 2026

Minggu, 20 September 2026 - 22:42 WITA

KTM Cup IX 2026 Dibuka, Andi Akmal Dorong Lapangan Leppangeng Naik Standar

Berita Terbaru