BONE, TRISAKTINEWS.COM — Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM., mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abd. Roni Angkat, S.TP., M.Si., pada kegiatan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Kebun Tebu Rakyat Masa Tanam 2025-2026 di Kecamatan Patimpeng, Senin, 17 November 2025.
Agenda ini menjadi langkah awal penguatan sektor perkebunan di Kabupaten Bone, khususnya komoditas tebu, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan membuka lebih banyak ruang ekonomi bagi masyarakat.
Wabup Akmal menyampaikan apresiasi serta selamat datang kepada Dirjen Perkebunan. Ia menegaskan bahwa Bone memiliki potensi besar sebagai daerah pertanian dan perkebunan yang terus berkembang melalui program berkelanjutan.
“Bone merupakan daerah penghasil pangan terbesar kelima di Indonesia. Kami ingin mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) 300, terutama pada sawah beririgasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Bone terus bersinergi untuk membangkitkan kembali kejayaan tebu, ditunjang keberadaan dua pabrik gula, PG Arasoe dan PG Camming. Menurutnya, prospek perkebunan tebu akan semakin cerah bila harga tetap menguntungkan dan petani mendapatkan fasilitas pengolahan lahan.
“Jika harganya menguntungkan, petani pasti akan menanam. Petani juga membutuhkan alat berat agar bisa mengolah kebunnya dengan baik. Pemerintah siap bersinergi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dirjen Perkebunan, Dr. Abd. Roni Angkat, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone memperoleh alokasi 400 hektare program bongkar ratoon tahun ini. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 1.000 hektare pada tahun berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa secara ekonomi, tebu memiliki nilai keuntungan yang besar bagi petani. “Satu hektare tebu minimal menghasilkan Rp30 juta bersih. Perawatannya juga tidak sesulit jagung. Dengan luasan 1.000 hektare, potensi pendapatan bisa mencapai Rp30 miliar per tahun. Pembelinya pun sudah pasti, ditambah pupuk yang disubsidi,” jelasnya.
Dirjen juga menilai karakter tanah di Bone sangat mendukung pengembangan tebu. Dengan keberadaan dua pabrik gula, rantai produksi menjadi lebih efisien. Ia bahkan membuka peluang bagi masyarakat, termasuk personel TNI–Polri, untuk ikut menanam tebu jika memiliki lahan.
“Bantuan benih dari pemerintah tersedia, satu hektare mendapatkan dukungan Rp4 juta untuk bongkar ratoon. Dengan hamparan yang luas seperti ini, saya berharap ke depan muncul tambahan pabrik gula agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat,” ujarnya.
Kegiatan tanam perdana ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor tebu di Kabupaten Bone, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui peningkatan produktivitas dan perluasan lapangan kerja di sektor perkebunan.
Editor : Admin Redaksi










