BONE, TRISAKTINEWS.COM — Kondisi bangunan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Cellu, yang terletak di Jl. Yos Sudarso poros Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, semakin memprihatinkan. Atap plafon di beberapa ruang kelas, khususnya ruang kelas I, dilaporkan rusak parah akibat dimakan rayap dan kayu penyangga yang lapuk. Pihak sekolah terpaksa melakukan pembongkaran pada plafon ruang kelas I untuk menghindari potensi kecelakaan yang bisa menimpa murid dan guru.
Plt Kepala UPT SDN 16 Cellu, Frans Dahlan, S.Pd menjelaskan bahwa, kondisi plafon yang rusak sudah sangat mengkhawatirkan. Ruang kelas I adalah yang paling parah kerusakannya, dengan kayu penyangga plafon yang sudah keropos dan rawan ambruk.
“Kami terpaksa membongkar plafon ruang kelas I karena sudah sering berjatuhan. Kami tidak ingin hal ini menimpa murid-murid atau guru-guru saat sedang melakukan kegiatan belajar mengajar,” ujar Frans Dahlan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Frans menambahkan bahwa meskipun sebelumnya beberapa plafon pernah jatuh, beruntungnya anak-anak tidak berada di dalam kelas saat kejadian tersebut.
“Namun, kami tidak bisa terus menerus mengandalkan keberuntungan. Keamanan murid dan guru adalah prioritas utama,” tambahnya.
Kerusakan tidak hanya terjadi di ruang kelas I. Frans mengungkapkan bahwa plafon ruang kelas 2 juga mulai mengalami cekungan dan kerusakan serupa. “Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa menyebar ke ruang guru dan ruang kelas VI, karena bangunan sekolah ini masih menggunakan atap yang sama,” ujar Frans, yang sudah bertugas di SD Negeri 16 Cellu sejak tahun 2014.
Melihat potensi bahaya yang semakin meningkat, Frans Dahlan bersama pihak sekolah melakukan pembongkaran plafon secara swadaya. “Kami lakukan ini agar lebih aman, meskipun kami menyadari bahwa ini hanya solusi sementara. Perbaikan secara menyeluruh masih sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Mengingat kerusakan yang semakin parah dan membutuhkan penanganan lebih serius, Frans Dahlan berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, dapat segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan.
“Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah agar perbaikan dapat dilakukan dengan segera. Kami ingin memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid dan guru,” ujar Frans penuh harap.
Kerusakan struktural pada bangunan UPT SDN 16 Cellu tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengganggu kelancaran proses belajar mengajar. Kegiatan pembelajaran menjadi terhambat, bahkan bisa terhenti jika kerusakan ini tidak segera ditangani. Untuk itu, perhatian dari pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan, sangat diperlukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.
Kondisi atap bangunan plapon UPT SDN 16 Cellu yang terancam ambruk membutuhkan perhatian segera dari pihak pemerintah untuk melakukan rehabilitasi. Pemerintah Kabupaten Bone diharapkan segera merespon untuk memberikan bantuan agar masalah ini bisa segera diatasi demi keselamatan dan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Penulis : Sugianto
Editor : Admin Redaksi










