Atap Plafon SDN 16 Cellu Rusak Parah dan Terancam Ambruk, Pihak Sekolah Ambil Tindakan Darurat

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi palpon UPT SDN 16 Cellu berjatuhan dimakan rayap dan kayu penyangga yang sudah lapuk.

Kondisi palpon UPT SDN 16 Cellu berjatuhan dimakan rayap dan kayu penyangga yang sudah lapuk.

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Kondisi bangunan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 16 Cellu, yang terletak di Jl. Yos Sudarso poros Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, semakin memprihatinkan. Atap plafon di beberapa ruang kelas, khususnya ruang kelas I, dilaporkan rusak parah akibat dimakan rayap dan kayu penyangga yang lapuk. Pihak sekolah terpaksa melakukan pembongkaran pada plafon ruang kelas I untuk menghindari potensi kecelakaan yang bisa menimpa murid dan guru.

Plt Kepala UPT SDN 16 Cellu, Frans Dahlan, S.Pd menjelaskan bahwa, kondisi plafon yang rusak sudah sangat mengkhawatirkan. Ruang kelas I adalah yang paling parah kerusakannya, dengan kayu penyangga plafon yang sudah keropos dan rawan ambruk.

“Kami terpaksa membongkar plafon ruang kelas I karena sudah sering berjatuhan. Kami tidak ingin hal ini menimpa murid-murid atau guru-guru saat sedang melakukan kegiatan belajar mengajar,” ujar Frans Dahlan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Frans menambahkan bahwa meskipun sebelumnya beberapa plafon pernah jatuh, beruntungnya anak-anak tidak berada di dalam kelas saat kejadian tersebut.

Baca Juga :  Ketua PGRI Sinjai Terpilih, Andi Jefrianto Asapa Ajak Guru Songsong Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas

“Namun, kami tidak bisa terus menerus mengandalkan keberuntungan. Keamanan murid dan guru adalah prioritas utama,” tambahnya.

Kerusakan tidak hanya terjadi di ruang kelas I. Frans mengungkapkan bahwa plafon ruang kelas 2 juga mulai mengalami cekungan dan kerusakan serupa. “Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa menyebar ke ruang guru dan ruang kelas VI, karena bangunan sekolah ini masih menggunakan atap yang sama,” ujar Frans, yang sudah bertugas di SD Negeri 16 Cellu sejak tahun 2014.

Melihat potensi bahaya yang semakin meningkat, Frans Dahlan bersama pihak sekolah melakukan pembongkaran plafon secara swadaya. “Kami lakukan ini agar lebih aman, meskipun kami menyadari bahwa ini hanya solusi sementara. Perbaikan secara menyeluruh masih sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Mengingat kerusakan yang semakin parah dan membutuhkan penanganan lebih serius, Frans Dahlan berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, dapat segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan.

Baca Juga :  Tersimpan Sejak 2025, 12 Karung Beras Bansos di Balai Desa Gedangrowo Diduga Raib

“Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah agar perbaikan dapat dilakukan dengan segera. Kami ingin memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid dan guru,” ujar Frans penuh harap.

Kerusakan struktural pada bangunan UPT SDN 16 Cellu tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengganggu kelancaran proses belajar mengajar. Kegiatan pembelajaran menjadi terhambat, bahkan bisa terhenti jika kerusakan ini tidak segera ditangani. Untuk itu, perhatian dari pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan, sangat diperlukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.

Kondisi atap bangunan plapon UPT SDN 16 Cellu yang terancam ambruk membutuhkan perhatian segera dari pihak pemerintah untuk melakukan rehabilitasi. Pemerintah Kabupaten Bone diharapkan segera merespon untuk memberikan bantuan agar masalah ini bisa segera diatasi demi keselamatan dan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Penulis : Sugianto

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Komunitas Perempuan Sidoarjo Bagi Ribuan Takjil, Serukan Perdamaian Dua Pimpinan Daerah
Andi Akmal Pasluddin Sambut Bahsanuddin, Bone–Tanah Bumbu Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Investasi
Sidak Nurul Azizah Ungkap Dugaan Ketidaksesuaian Proyek BKKD Desa Ngampal, Inspektorat Bongkar Konstruksi Jalan
Polres Bulukumba Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti, Restu Wijayanto Serahkan Santunan
“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim
Isu Pungli Seret Oknum PPA di Jatim, Penanganan Anak di Bawah Umur Dipertanyakan
Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:36 WITA

Komunitas Perempuan Sidoarjo Bagi Ribuan Takjil, Serukan Perdamaian Dua Pimpinan Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:53 WITA

Andi Akmal Pasluddin Sambut Bahsanuddin, Bone–Tanah Bumbu Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Investasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:50 WITA

Sidak Nurul Azizah Ungkap Dugaan Ketidaksesuaian Proyek BKKD Desa Ngampal, Inspektorat Bongkar Konstruksi Jalan

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:18 WITA

Polres Bulukumba Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti, Restu Wijayanto Serahkan Santunan

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:34 WITA

“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim

Berita Terbaru