Aktivasi KKS Dipersulit, Warga Tuna Rungu di Luwu Utara Pertanyakan Layanan BRI

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUWU UTARA, TRISAKTINEWS.COM — Seorang warga penyandang disabilitas, Donang (49), asal Dusun Lampo Lempang, Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, diduga mengalami perlakuan diskriminatif saat mengurus Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Masamba.

Donang merupakan penerima bantuan sosial (bansos) kategori lanjut usia dan penyandang disabilitas tuna rungu. Menurut keterangan dari pihak keluarga yang mendampinginya, pihak BRI menolak memproses aktivasi ulang KKS milik Donang karena keterbatasan fisiknya yang tidak bisa mendengar, berbicara, membaca, maupun menulis.

“Kami sebelumnya sudah mencoba mengurus di BRI Unit Lamasi, tetapi diarahkan ke BRI Cabang Masamba. Namun, setelah sampai di sana, kami justru diarahkan kembali ke Lamasi. Alasannya karena penerima tidak bisa dibuatkan KKS dan harus mencairkan bantuan langsung di teller BRI Lamasi,” ungkap salah satu anggota keluarga Donang kepada awak media, Selasa (8/7/2025).

Pihak keluarga menjelaskan bahwa mereka tidak sedang membuat kartu baru, melainkan hanya ingin mengaktifkan kembali kartu KKS lama yang terblokir. Namun proses tersebut justru dipersulit oleh pihak bank.

“Yang kami minta hanya aktivasi ulang kartu yang lama, bukan buat baru. Tapi malah dipersulit. Padahal akses ke Lamasi jauh, biayanya mahal, dan jalurnya sering tergenang banjir,” tambahnya.

Pihak keluarga merasa keberatan atas perlakuan tersebut dan mempertanyakan kebijakan BRI yang dinilai kurang berpihak pada kelompok rentan. Mereka berharap agar lembaga keuangan pelaksana program pemerintah lebih proaktif membantu warga dengan keterbatasan.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja DPRD Luwu Utara: Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Daerah Tertinggal

“Kami harap BRI bisa lebih bijak dan manusiawi. Jangan karena penyandang disabilitas, lalu tidak dilayani secara layak. Bantuan sosial itu hak mereka, dan bank seharusnya membantu, bukan mempersulit,” tegas pihak keluarga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI Cabang Masamba belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penolakan tersebut. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian semua pihak agar pelayanan publik, khususnya bagi warga berkebutuhan khusus, dilakukan dengan adil dan inklusif.(*/isar)

Berita Terkait

Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji
Langkah Humanis Bhabinkamtibmas Gantarang Cegah Balap Liar Selama Ramadan 1447 H
Satuan Brimob Polda Sulsel Bagikan 1.000 Paket Ramadan untuk Anak Yatim
5 Terduga Pelaku Curnak di Bulukumba Diringkus Polisi, 3 Diamankan di Cina
HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman
Wabup Bone Hadir di Paripurna HUT Sinjai, Dorong Kolaborasi dan Kemajuan Bersama
Dari Mimbar Jumat, Bupati Andi Asman Sulaiman Tegaskan Prioritas Jalan dan Program Sosial

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:14 WITA

Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:10 WITA

Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:52 WITA

Satuan Brimob Polda Sulsel Bagikan 1.000 Paket Ramadan untuk Anak Yatim

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:52 WITA

5 Terduga Pelaku Curnak di Bulukumba Diringkus Polisi, 3 Diamankan di Cina

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:50 WITA

HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman

Berita Terbaru

Opini

Simulakra di Langit Teheran

Senin, 2 Mar 2026 - 04:41 WITA

Opini

Ruang Sempit Bernama Pola Pikir

Minggu, 1 Mar 2026 - 20:26 WITA