Pemprov Sulteng Kumpulkan 22 Tenant IMIP guna Perkuat Komitmen Kelestarian Alam

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 07:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOROWALI, TRISAKTINEWS.COM, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mempertegas komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara laju pertumbuhan industri dan perlindungan ekosistem. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar, mengumpulkan 22 pimpinan perusahaan (tenant) yang beroperasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk menyamakan persepsi terkait penanganan isu lingkungan.

​Dalam pertemuan tersebut, Anwar menekankan pentingnya komitmen nyata dari para pelaku industri untuk membenahi berbagai persoalan lingkungan yang timbul akibat pesatnya aktivitas produksi.

Baca Juga :  Bupati Bone Kembali Tindak Tegas Tiga ASN, Begini Kata Plt Kepala BKPSDM Bone

​”Hari ini saya mengumpulkan 22 tenant di kawasan IMIP untuk menyatukan komitmen. Pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga alam dan ruang hidup masyarakat,” ujar Anwar melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (20/1/2026).

​Investasi Patuh Hukum dan Berkelanjutan

​Anwar menyatakan bahwa Sulawesi Tengah sangat terbuka terhadap investasi asing maupun domestik. Namun, ia memberi catatan keras: pemerintah daerah hanya akan mendukung investasi yang tertib aturan, patuh hukum, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Monumen Kerentanan di Balik Kejayaan Nikel: Refleksi Atas Hegemoni Produksi dan Reduksi Hak Buruh di Morowali

​”Pembangunan tidak boleh meninggalkan kerusakan. Masa depan Sulawesi Tengah harus tumbuh secara berkelanjutan dan berkeadilan,” tegasnya.

​Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya terpaku pada angka investasi dan pertumbuhan ekonomi semata. Jauh lebih penting adalah sejauh mana industri mampu menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi hak-hak masyarakat lokal.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital
Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?
Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?
Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?
Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca
Pelajar dan Masyarakat Gunakan Akses Sementara Selama Pembangunan Jembatan Baru di Desa Lemoape Kecamatan Palakka
Ketika Buku Jadi Barang Mewah: Krisis Literasi Indonesia yang Terabaikan
Media Sosial dan Krisis Fokus Pelajar di Era Digital
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:21 WITA

Kelebihan Beban Teks: Mengapa Mahasiswa yang Mengetik Ribuan Chat Malah Lelah Membaca Buku?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:16 WITA

Romantisasi Buku di Media Sosial: Mahasiswa Membeli untuk Membaca atau Sekedar Konten?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:13 WITA

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WITA

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Berita Terbaru

Daerah

Menjadi Pengguna Bijak di Tengah Gempuran Distraksi Digital

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:26 WITA

Daerah

Aksara Lontara di Era Modern: Bertahan atau Hilang Perlahan?

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:13 WITA

Daerah

Generasi Muda Ambil Peran dalam Pelestarian Songkok Recca

Jumat, 26 Jun 2026 - 08:10 WITA