Jeritan Nelayan Onepute: Limbah Nikel Cemari Sungai Laa, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis”

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOROWALI UTARA, TRISAKTINEWS.COM, – Kondisi Sungai Laa di Desa One pute, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, kini memprihatinkan. Aliran sungai yang diduga tercemar limbah tambang nikel ini berdampak buruk bagi para pencari kerang sungai atau meti, yang mengeluhkan penurunan pendapatan hingga 50 persen.

Sebelum dugaan pencemaran terjadi, hasil tangkapan nelayan kerang tergolong mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga. Rata-rata, satu perahu sampan yang dioperasikan oleh dua orang mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp500.000 per hari.

Namun, kondisi tersebut berubah drastis sejak air sungai berubah warna. Kepala Desa Onepute, Suhardin Sakaria, mengonfirmasi penurunan tajam hasil tangkapan warga tersebut.

Baca Juga :  Polres Gresik Bongkar Aplikasi Gomatel-Data R4 Sebar 1,7 Juta Data Debitur

“Setelah air Sungai Laa berubah warna menjadi kemerah-merahan dan cokelat yang diduga akibat limbah tambang nikel, hasil tangkapan kerang anjlok hingga 50 persen,” ujar Suhardin pada Rabu (14/01/2026).

Dampak ini juga merembet ke sektor hilir, yakni para pengrajin pengupas kulit kerang. Ibu Ratmi, salah satu pengupas kerang di Desa Onepute, mengaku penghasilannya kini jauh berkurang.

“Bagi kami pengupas kulit kerang, hasilnya sekarang sangat kecil. Meski begitu, tetap dijalani demi menambah pundi-pundi kebutuhan rumah tangga,” tuturnya saat ditemui media.

Baca Juga :  Bupati Sinjai Hadiri Pengukuhan Ayah Bunda Genre dan Terima Penghargaan Program Quick Win di Harganas ke-32 Sulsel

Selain persoalan air, masyarakat Desa Onepute juga mulai terganggu dengan polusi udara berupa debu dari aktivitas tambang bijih (ore) nikel.

Suhardin menjelaskan bahwa saat matahari terik dan angin kencang—terutama sekitar pukul 12.00 WITA—paparan debu tambang terbawa angin hingga masuk ke wilayah pemukiman warga.

“Kondisi ini sangat dikeluhkan warga. Selain air yang tercemar, debu tambang juga berimbas langsung ke Desa Onepute,” tutup Suhardin.

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis
Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu
KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir
SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026
Sukses Digelar Secara Daring, Pra Konferensi ICTIM 2026 Siapkan Peneliti Hasilkan Karya Bereputasi Dunia
Di Bawah Kepemimpinan BerAmal, Ekonomi Bone Terus Menguat dan Jadi Salah Satu Tertinggi
Wakil Bupati Bone Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Asal Daerah, Pulang Selamat dan Lengkap
Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian” Diluncurkan, Kisah Kepemimpinan dari 44 Sudut Pandang
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:53 WITA

Gimik “Mas Bahlil Ganteng” dan Taktik Kekuasaan Menjinakkan Daya Kritis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:19 WITA

Kemunafikan Ekologis: Menjual Narasi Hijau di Hilir, Menandatangani Konsesi Tambang di Hulu

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:51 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Audiensi DPRD Sulsel, Bahas Kaderisasi Hingga Kejahatan Terorganisir

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:45 WITA

SDN 263 Awang Tangka Sabet Juara 1 Senam Lantai Putra-Putri O2SN Kabupaten Bone 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:01 WITA

Sukses Digelar Secara Daring, Pra Konferensi ICTIM 2026 Siapkan Peneliti Hasilkan Karya Bereputasi Dunia

Berita Terbaru