Lomba Osong Meriahkan HUT ke-80 RI di Sinjai, SD Pentaskan Cerita Rakyat Baso Kalaka

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 23:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINJAI, TRISAKTINEWS.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Sinjai berlangsung semakin semarak dengan digelarnya Lomba Osong, salah satu agenda utama dalam rangkaian Sinjai Culture Festival 2025. Ajang ini digelar di Lapangan Nasional (Lapnas) Sinjai, Sabtu (09/08/2025).

Sebanyak 11 tim yang seluruhnya merupakan perwakilan Sekolah Dasar (SD) menampilkan cerita rakyat “Baso Kalaka”. Nuansa budaya Bugis tampak kental melalui kostum adat, tata rias, properti, hingga gerak pementasan yang penuh simbol dan makna.

Penanggung jawab lomba, Nursyamsu, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk melestarikan seni tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.

“Setiap tahun kami berupaya mengadakan lomba osong. Ini merupakan warisan budaya Sulawesi Selatan yang harus terus dijaga. Keterlibatan siswa SD diharapkan menumbuhkan kecintaan pada budaya sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai. Dari total peserta, 7 sekolah berasal dari Kecamatan Sinjai Utara, sedangkan 4 lainnya dari kecamatan lain.

Untuk memastikan penilaian yang objektif, panitia menghadirkan tiga juri yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang seni osong, yakni budayawan senior Drs. Muh. Yusuf Ahmad, pemerhati budaya Abd. Azis, serta tokoh literasi Zainal Abidin Ridwan.

Baca Juga :  Bupati Sinjai Buka Lomba Agustusan Lintas Pemuda dan Masyarakat Balangnipa

“Melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama. Melalui panggung ini, anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga belajar menghargai identitas Bugis,” tambah Nursyamsu.

Gelaran Lomba Osong dalam Sinjai Culture Festival 2025 menjadi bukti bahwa di tengah gempuran budaya modern, tradisi lokal tetap mampu memikat hati dan terus hidup di tengah masyarakat. (*/nurman)

Berita Terkait

“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim
Isu Pungli Seret Oknum PPA di Jatim, Penanganan Anak di Bawah Umur Dipertanyakan
Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji
Langkah Humanis Bhabinkamtibmas Gantarang Cegah Balap Liar Selama Ramadan 1447 H
Satuan Brimob Polda Sulsel Bagikan 1.000 Paket Ramadan untuk Anak Yatim
5 Terduga Pelaku Curnak di Bulukumba Diringkus Polisi, 3 Diamankan di Cina
HMI Bojonegoro Desak Keterbukaan PT ADS, Lapor KI dan Ombudsman

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:34 WITA

“Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Wabup Bone Apresiasi Kepedulian untuk Anak Yatim

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:26 WITA

Isu Pungli Seret Oknum PPA di Jatim, Penanganan Anak di Bawah Umur Dipertanyakan

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:14 WITA

Bentuk Penghargaan Jelang Purna Bakti, Dua Personel Polres Bulukumba Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:10 WITA

Gandeng BSI, Pemkab Bone Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Program Bone Berhaji

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:58 WITA

Langkah Humanis Bhabinkamtibmas Gantarang Cegah Balap Liar Selama Ramadan 1447 H

Berita Terbaru