Perkumpulan Project Budaya Bone Gelar Sarasehan Genrang Bajo untuk Pelestarian Warisan Maritim Bone: Merawat Warisan Musik Ritual dan Menyusun Agenda Keberlanjutan Budaya

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Tradisi Genrang Bajo menjadi salah satu warisan budaya yang merekam perjalanan panjang masyarakat maritim Bone. Tidak sekadar sebagai seni bunyi, Genrang Bajo menyimpan pengetahuan lokal, nilai sosial, memori kolektif, serta hubungan spiritual masyarakat Bajo dengan laut dan leluhur. Menyadari pentingnya keberlanjutan tradisi tersebut, Perkumpulan Project Budaya Bone menyelenggarakan kegiatan “Sarasehan Genrang Bajo sebagai Arsip Hidup Peradaban Maritim Bone: Jejak Historis, Lanskap Ritual, dan Agenda Keberlanjutan” sebagai ruang dialog untuk menggali, mendokumentasikan, dan merumuskan strategi pelestarian budaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan yang mempertemukan masyarakat Bajo sebagai pemilik tradisi, pelaku budaya, akademisi, pemerintah daerah, legislatif, serta generasi muda dalam satu ruang dialog kebudayaan. Sarasehan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga bentuk kesenian, tetapi juga memastikan nilai, pengetahuan dan praktik budaya tetap hidup dalam masyarakat.

Ketua Panitia, Muhammad Aswin, S.H, menyampaikan bahwa Genrang Bajo merupakan bagian penting dari identitas masyarakat maritim Bone yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Genrang Bajo bukan hanya suara dari sebuah alat musik tradisional, tetapi suara perjalanan masyarakat Bajo yang menyimpan sejarah, nilai dan kearifan lokal. Ketika kita menjaga Genrang Bajo, kita sebenarnya sedang menjaga ingatan kolektif sebuah peradaban maritim,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, sarasehan menghadirkan berbagai perspektif yang saling melengkapi. Sesi awal menghadirkan masyarakat lokal Bajo dan pelaku budaya sebagai narasumber utama untuk berbagi pengalaman mengenai sejarah, fungsi sosial, serta proses pewarisan Genrang Bajo dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Respons Cepat Pemkab Bone, Wabup Andi Akmal Kunjungi Korban Kebakaran di Bengo

Keterlibatan masyarakat Bajo menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena mereka merupakan pemilik pengetahuan budaya (cultural bearer) yang memahami tradisi melalui pengalaman hidup. Melalui narasi masyarakat lokal, peserta memperoleh pemahaman bahwa Genrang Bajo tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan sosial, ritual, dan hubungan masyarakat Bajo dengan lingkungan laut.

Selain perspektif masyarakat, kegiatan ini juga menghadirkan unsur pemerintah dan legislatif untuk membahas penguatan kebijakan kebudayaan. Diskusi diarahkan pada bagaimana Genrang Bajo dapat ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan kebudayaan daerah melalui

dokumentasi, pembinaan komunitas, regenerasi pelaku budaya, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

Pada hari kedua kegiatan, peserta mengikuti sesi refleksi dan analisis strategis bersama narasumber Suaib Prawono dengan menggunakan pendekatan Udar Asumsi, Scenario Thinking, Analisis Iceberg, dan U-Process. Pendekatan ini digunakan untuk menggali lebih dalam berbagai tantangan, peluang, serta kemungkinan masa depan Genrang Bajo melalui proses berpikir kritis dan kolaboratif.

Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya melihat persoalan budaya pada permukaan, tetapi juga memahami akar persoalan yang memengaruhi keberlanjutan tradisi, seperti regenerasi pelaku budaya, perubahan sosial, keterbatasan dokumentasi, serta kebutuhan akan dukungan kebijakan.

Sesi berikutnya menghadirkan akademisi dari bidang Administrasi Publik yang memiliki pengalaman dalam penyusunan naskah akademik dan kebijakan publik. Sesi ini menjadi bagian penting dalam menerjemahkan hasil diskusi sebelumnya menjadi kerangka kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat. Berbagai aspirasi, pengalaman dan temuan lapangan dipetakan untuk menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi strategis bagi pelestarian Genrang Bajo.

Baca Juga :  Lomba Osong Meriahkan HUT ke-80 RI di Sinjai, SD Pentaskan Cerita Rakyat Baso Kalaka

Ketua Perkumpulan Project Budaya Bone, Feby Triadi, M.A, menjelaskan bahwa pendekatan kegiatan ini menempatkan masyarakat sebagai pusat pemajuan kebudayaan.

“Budaya tidak dapat dilestarikan hanya dengan melihatnya sebagai objek. Masyarakat pemilik budaya harus menjadi aktor utama dalam menentukan bagaimana tradisi mereka dirawat, diwariskan dan dikembangkan. Tugas pemerintah, akademisi dan komunitas adalah menciptakan ruang agar budaya tersebut tetap hidup,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir beberapa capaian penting, yaitu terdokumentasikannya pengetahuan lokal masyarakat Bajo mengenai Genrang Bajo, tersusunnya rekomendasi strategis untuk keberlanjutan tradisi, serta terbentuknya komitmen kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi dan generasi muda.

Sarasehan ini menjadi penegasan bahwa Genrang Bajo bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan arsip hidup peradaban maritim Bone yang terus memiliki makna bagi masa kini dan masa depan. Keberlanjutan tradisi ini membutuhkan kerja bersama agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui semangat kolaborasi dan pemajuan kebudayaan, Genrang Bajo diharapkan tidak hanya bertahan sebagai simbol budaya, tetapi berkembang sebagai sumber pengetahuan, identitas dan kebanggaan masyarakat Bone.

Penulis : Ketua Perkumpulan Project Budaya Bone, Feby Triadi, M.A

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Marak Tambang Ilegal, Pemuda Peduli Hukum Gelar Aksi Demonstrasi di Polresta Gowa
URI dan Jebakan Pembentukan Wadah Baru
Kolaborasi Satbrimob Polda Sulsel-Bank Indonesia Sukses Gelar Lomba Menembak Road to Feslafbi
Operator Ekskavator Tewas Tertimpa Longsor di Tambang Galian C Bone, Identitas Korban Terungkap
Soal Dugaan Penganiayaan Staf DPRD Bone, Wasekum KOHATI PB HMI Desak Polisi dan BK Tindak Ketua DPRD Bone
HMI Bone Kecam Dugaan Penganiayaan Staf, BK DPRD Bone Diminta Bertindak Tanpa Tebang Pilih
SEMMI Minta BK Bertindak Tegas Atas Dugaan Perlakuan Tak Pantas Ketua DPRD Bone
Wabup Bone Perkuat Sinergi dengan Kemenkes RI, Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:37 WITA

Marak Tambang Ilegal, Pemuda Peduli Hukum Gelar Aksi Demonstrasi di Polresta Gowa

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:58 WITA

Perkumpulan Project Budaya Bone Gelar Sarasehan Genrang Bajo untuk Pelestarian Warisan Maritim Bone: Merawat Warisan Musik Ritual dan Menyusun Agenda Keberlanjutan Budaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:58 WITA

URI dan Jebakan Pembentukan Wadah Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:07 WITA

Kolaborasi Satbrimob Polda Sulsel-Bank Indonesia Sukses Gelar Lomba Menembak Road to Feslafbi

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:59 WITA

Operator Ekskavator Tewas Tertimpa Longsor di Tambang Galian C Bone, Identitas Korban Terungkap

Berita Terbaru

Nasional

URI dan Jebakan Pembentukan Wadah Baru

Senin, 3 Agu 2026 - 08:58 WITA