Dominasi CV Alfin Meluas, Publik Pertanyakan Siapa Backing di Balik Pengadaan Bone?

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, TRISAKTINEWS.COM — Isu dominasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone kian mengemuka dan meluas. Setelah sebelumnya diketahui menguasai 100 paket pengadaan di Sekretariat Daerah (Setda) TA 2026 dengan nilai miliaran rupiah, kini terungkap fakta baru yang lebih mengejutkan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Trisaktinews dari sumber internal yang kredibel dan meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (21/5/2026), cengkeraman bisnis CV Alfin ternyata tidak hanya berhenti di Setda Bone saja. Perusahaan ini disebut menjadi “satu pintu” pemasok tunggal untuk seluruh kebutuhan pengadaan di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bone.

“Gorden, kursi, pokoknya semua pengadaan di Setwan, iya satu pintu di CV Alfin semua. Termasuk kebutuhan ATK di BKAD, saya dapat infonya begitu Kanda,” ungkap sumber tersebut kepada wartawan Trisaktinews.

Artinya, hampir seluruh kebutuhan operasional vital pemerintah daerah, mulai dari alat tulis kantor, perabot, perlengkapan ruangan, hingga perlengkapan gedung, dari dua lembaga besar pengelola anggaran ini semuanya bersumber dari satu penyedia yang sama.

Baca Juga :  Hari Maulid Nabi, Kapolda Sulsel Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pondok Tahfidz Darussalam

TANDA TANYA BESAR: SIAPA DI BELAKANG LAYAR?

Fakta bahwa satu perusahaan mampu menguasai jalur pengadaan di dua instansi besar sekaligus—yang masing-masing memiliki mekanisme dan penanggung jawab berbeda—memunculkan dugaan kuat adanya “dukungan kuat” atau perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki wewenang di struktur birokrasi Kabupaten Bone.

Pertanyaan besar yang kini bergema di kalangan pengamat dan masyarakat: Siapa sebenarnya sosok atau kekuatan di balik layar yang membacking CV Alfin hingga bisa mendominasi pengadaan senilai miliaran rupiah ini tanpa ada pesaing yang berarti?

Sebab, dalam prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diatur Perpres 16/2018, diutamakan persaingan yang sehat, efisien, dan terbuka. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan pola sebaliknya: terjadi sentralisasi pemasok yang nyaris mutlak.

Jika dirangkum, jangkauan penguasaan CV Alfin saat ini meliputi:
1. Sekretariat Daerah (Setda) – 100+ paket (Jasa Tenaga, Makan Minum, ATK, Komputer, dll).
2. Sekretariat DPRD (Setwan) – Seluruh pengadaan (Gorden, Kursi, Perabot, Perlengkapan)
3. BKAD – Pengadaan Alat Tulis Kantor dan kebutuhan rutin lainnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Tumpah Ruah di Watampone! Trofi Juara Bone Beramal FC Diarak Keliling Kota

MENGUATKAN DUGAAN PRAKTEK MONOPOLI

Informasi terbaru ini semakin menguatkan dugaan adanya pola penguasaan pasar yang tidak sehat sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli. Pasalnya, peluang bagi pengusaha lokal lain untuk berpartisipasi seolah tertutup rapat, dan anggaran daerah miliaran rupiah mengalir nyaris utuh ke satu perusahaan ini.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen CV Alfin maupun pimpinan SKPD terkait mengenai fakta baru yang mencakup Setwan dan BKAD ini.

Publik kini menanti, apakah fenomena “Raja Pengadaan Bone” ini akan dibiarkan terus berjalan, atau akan ada pihak berwenang yang turun tangan menelusuri jejak alur bisnis dan koneksi yang dimiliki CV Alfin.

Penulis : Iwan

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses
KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader
Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar
Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader
Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik
Karhutla Masih Mengancam, SEMMI Bone Desak Presiden Prabowo Evaluasi dan Copot Menteri Kehutanan
Hutan Terus Terbakar, Udara Semakin Tercemar: Sampai Kapan Kesehatan Masyarakat Harus Jadi Korban?
Darurat Karhutla Nasional, Kabid Hukum dan HAM DPP KEPMI Bone Desak Presiden Prabowo Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Ketika Kampus Lebih Sibuk Menghitung Biaya daripada Memperjuangkan Akses

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:24 WITA

KEPMI Bone Latenriruwa Siapkan Tudang Sipulung 2026, Ketua Umum Serukan Soliditas dan Persaudaraan Kader

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan, Kapolda Sulsel Turun Langsung Bersihkan Kanal Makassar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:57 WITA

Udara Sulsel Memburuk, Ketum KEPMI Bone Keluarkan Imbauan Tegas untuk Seluruh Kader

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:59 WITA

Kunjungi Mako Brimob Makassar, Kapolda Sulsel Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru