BONE, TRISAKTINEWS.COM — Mimpi besar bisa lahir dari ruang kelas sederhana. Itulah yang dibuktikan Cinta Dwi Putri, siswi UPT SMP Negeri 4 Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dengan ketekunan, disiplin, dan tekad kuat, Cinta berhasil menembus ketatnya seleksi SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur melalui jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Prestasi ini menjadikan Cinta sebagai pelajar pertama dari kelas IX A Unggulan SMP Negeri 4 Watampone yang lolos ke sekolah semi-militer bergengsi tersebut. Ia harus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperebutkan kuota terbatas sebuah tantangan yang tak mudah bagi siapa pun.
Seleksi yang dihadapi Cinta tergolong komprehensif dan ketat, mulai dari tes kemampuan akademik berbagai mata pelajaran, tes kesehatan, tes psikologi, hingga wawancara. Namun, bagi Cinta, setiap tahapan bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari proses pembentukan diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya terdorong mendaftar di SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara karena memiliki cita-cita besar, yaitu ingin melanjutkan ke Akademi Kepolisian. Sekolah ini memberi saya gambaran dan melatih mental serta disiplin sejak dini,” ujar Cinta.
Salah satu syarat yang cukup menantang adalah tinggi badan minimal 158 sentimeter. Saat tes, tinggi badan Cinta tepat di angka tersebut. Alih-alih gentar, kondisi itu justru memacu semangatnya.
“Syaratnya memang sulit, tapi saya yakin bisa dilalui. Saya jadi lebih rajin berolahraga, termasuk berenang, agar fisik saya semakin siap,” tuturnya.
Keberhasilan ini disambut haru dan bangga oleh kedua orang tuanya. Cinta merupakan putri bungsu dari dua bersaudara, buah hati pasangan Irfan dan Hernila Sugianti. Ayahnya bekerja sebagai arsitek, sementara ibunya menjalankan usaha butik.
“Orang tua saya sangat senang dan bangga. Saya juga sangat berterima kasih kepada para guru SMP Negeri 4 Watampone, khususnya Bapak Kepala Sekolah Ambo Tuo, yang selalu memberi dukungan dan motivasi tanpa henti,” kata Cinta.
Lahir di Wamena, Papua, 30 Juli 2010, Cinta dikenal sebagai siswi berprestasi sejak duduk di bangku kelas VII. Ia selalu meraih peringkat pertama secara umum, serta kerap menorehkan prestasi dalam berbagai lomba di bidang akademik, olahraga, dan seni.
Di SMP Negeri 4 Watampone, Cinta juga dipercaya menjadi Ketua OSIS. Perannya dinilai signifikan dalam mendorong inovasi dan budaya positif di sekolah. Salah satu capaian yang menonjol adalah keberhasilan sekolah meraih Juara I Lomba Kebersihan tingkat Kabupaten Bone.
Kepala SMP Negeri 4 Watampone, Ambo Tuo, S.Pd., M.Pd., mengakui kapasitas kepemimpinan dan kecerdasan Cinta yang sudah terlihat sejak awal.
“Kemampuan Cinta tampak jelas, termasuk saat proses pemilihan Ketua OSIS. Ia aktif, visioner, dan mampu menggerakkan teman-temannya. Kami berharap Cinta bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya agar kelak ada lagi yang mengikuti jejaknya masuk SMA Taruna,” ujar Ambo Tuo.
Saat ini, Cinta mempersiapkan diri dengan melatih fisik setiap hari, sekaligus memperkaya wawasan melalui kebiasaan membaca. Ia gemar mengoleksi buku referensi, terutama terkait materi akademik dan psikologi. Di sela kesibukan, ia tetap menikmati hobinya di bidang olahraga dan memasak.
Kisah Cinta Dwi Putri menjadi bukti bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Dengan kerja keras, dukungan lingkungan, dan keyakinan pada diri sendiri, langkah menuju masa depan yang lebih tinggi bisa dimulai dari mana saja termasuk dari ruang kelas di Watampone.
Penulis : Sugianto
Editor : Admin Redaksi










